AS Semakin Yakin Kapal Perangnya Diserang Pemberontak Houthi

Arpan Rahman    •    Rabu, 12 Oct 2016 15:38 WIB
konflik yaman
AS Semakin Yakin Kapal Perangnya Diserang Pemberontak Houthi
USS Mason bersama dua kapal perang AS lainnya di perairan Yaman, 10 September 2016. (Foto: AFP/Navy Visual News Service)

Metrotvnews.com, Washington: Amerika Serikat (AS) melihat tumpukan bukti bahwa pemberontak Houthi bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal perusak Angkatan Laut AS di lepas pantai Yaman pada Minggu 9 Oktober. 

Menurut pejabat anonim AS kepada Reuters, seperti disitir Daily Mail, Rabu (12/10/2016), pemberontak diduga menggunakan perahu kecil sebagai pengintai untuk membantu memandu arah serangan ke kapal perang.

Negeri Paman Sam juga menyelidiki kemungkinan bahwa sebuah stasiun radar di bawah kontrol Houthi di Yaman telah "menandai" kapal USS Mason untuk mendapatkan koordinat untuk serangan.

Tidak satu pun dari dua rudal yang ditembakkan dari wilayah Houthi mengenai USS Mason atau USS Ponce. Tapi insiden itu bisa memicu militer AS bertindak keras terhadap Houthi dalam konflik di Yaman. 

Pekan lalu, sebuah kapal cepat sewaan Uni Emirat Arab (UEA) dihujani serangan roket di dekat wilayah sama. UEA menggambarkan kapal tersebut membawa bantuan kemanusiaan dan bermuatan awak warga sipil, sementara pemberontak Houthi menyebutnya kapal perang.

Houthi secara terbuka telah membantah terlibat dalam serangan tersebut. Namun jika penyelidikan AS terkonfirmasi, maka akan mendukung lebih lanjut klaim Pentagon terkait dugaan keterlibatan Houthi. 

"Siapa saja yang mengambil tindakan, menyerang kapal-kapal Angkatan Laut AS yang beroperasi di perairan internasional, harus menanggung resiko mereka sendiri," kata juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis pada konferensi pers.

Pemberontak Houthi, yang telah menyingkirkan Presiden Yaman AbedRabbo Mansour al-Hadi yang didukung Arab Saudi dari ibukota Yaman pada 2014, sebelumnya telah menghindari membidik kapal-kapal militer AS.

Meskipun AS telah memberikan dukungan terbatas bagi koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam memerangi Houthi, namun peran langsungnya di lapangan adalah menggempur afiliasi al Qaeda di Semenanjung Arab.

Perang Yaman telah menewaskan sedikitnya 10.000 orang dan berakibat beberapa bagian negara itu di ambang kelaparan.



(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA