Australia Pindahkan Pengungsi Anak dari Pulau Terpencil

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 01 Nov 2018 11:37 WIB
australia
Australia Pindahkan Pengungsi Anak dari Pulau Terpencil
Warga Australia protes kemah pengungsi harus ditutup. (Foto: AFP).

Sydney: Australia akan memindahkan pengungsi anak-anak dari kemah penahanan di pulau terpencil Pasifik. Pemindahan akan dilakukan dalam beberapa pekan.

Pemindahan pengungsi anak-anak ini dinilai sebagai langkah Perdana Menteri Australia Scott Morrison untuk mendapatkan dukungan.

"Hampir tidak ada anak-anak di Nauru dan di Papua Nugini, dan kami berharap hingga akhir tahun ini, benar-benar bersih dari anak-anak," kata Komisaris Tinggi Australia untuk Inggris George Brandis, dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis 1 November 2018.

Kebijakan imigrasi garis keras Canberra melihat pencari suaka dicegat di laut saat mencoba mencapai Australia. Mereka kemudian dibawa ke kemah-kemah pengungsi di Papua Nugini dan di Pulau Nauru, Pasifik Selatan.

Sementara itu, lembaga bantuan menyerukan ada lebih dari seribu pengungsi yang ditahan sedikitnya lima tahun. Morrison sendiri berada di bawah tekanan untuk memukimkan kembali 40 anak yang ditahan di Nauru.

Tekanan berasal dari para anggota parlemen independen. Dilaporkan anak-anka ini menderita penurunan kesehatan mental.

Brandis menambahkan, Canberra akan memindahkan anak-anak itu dalam beberapa pekan. Meski demikian, dia tidak tahu di mana mereka akan ditempatkan.

Dengan kembali memukimkan pengungsi anak-anak, Morrison kemungkinan besar memperoleh dukungan dari beberapa parlemen independen.

Bukan sekali ini, Morrison mendobrak konstitusi negaranya untuk mendapatkan dukungan demi pemilihan umum. Sebelumnya, Morrison secara mengejutkan mengumumkan Australia mempertimbangkan memindahkan kedutaan mereka di Tel Aviv ke Yerusalem.

Padahal selama ini Negeri Kanguru dikenal mendukung solusi dua negara Israel-Palestina. Pengumumannya tersebut langsung mendapat protes dari beberapa negara, termasuk Indonesia.


(FJR)