Lebih dari 200 Imigran Tenggelam di Mediterania dalam Tiga Hari

Arpan Rahman    •    Rabu, 04 Jul 2018 14:02 WIB
imigran gelap
Lebih dari 200 Imigran Tenggelam di Mediterania dalam Tiga Hari
Seorang imigran anak-anak berusia 9 tahun asal Republik Afrika Tengah berada di kapal milik NGO asal Spanyol. (Foto: Olmo Calvo/AFP/Getty)

Tripoli: Lebih dari 200 imigran tenggelam di Laut Mediterania dalam tiga hari terakhir per Senin 2 Juli 2018. Jumlah ini menjadikan jumlah korban tewas di Mediterania sepanjang tahun ini melebihi 1.000 orang. 

Badan pengungsi PBB di Tripoli melaporkan bahwa 276 pengungsi dan imigran dibawa ke ibu kota Libya pada Senin kemarin. Angka tersebut termasuk 16 korban dari kapal tenggelam yang bermuatan 130 orang, dimana 114 lainnya masih dinyatakan hilang.

Pada Selasa 3 Juli, penjaga pantai Libya melaporkan ada tambahan tujuh kematian, dengan lebih dari 123 imigran berhasil diselamatkan.

Total kematian imigran di Mediterania sejauh ini ditengarai mencapai 1.000 orang per 1 Juli. Ini merupakan tahun keempat berturut-turut adanya lebih dari 1.000 imigran yang meninggal dunia di Mediterania.

Othman Belbeisi, kepala misi Libya untuk Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), menyebut "meningkatnya angka kematian" ini merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan.

"Penyelundup (manusia) mengeksploitasi keputusasaan para imigran untuk pergi (menuju Eropa)," kata dia, seperti disitir dari Guardian, Rabu 4 Juli 2018.

Secara keseluruhan, jumlah imigran yang mencapai Italia melalui laut turun dari data tahun lalu. Namun jumlah mereka yang tenggelam saat berupaya mencapai Italia meningkat tahun ini. 

Menurut Matteo Villa, seorang peneliti dari lembaga peneliti ISPI Italia, hanya setengah dari mereka yang meninggalkan Libya berhasil mencapai Eropa. Angka ini turun dari 86 persen tahun lalu.

IOM menyebut penjaga pantai Libya telah mengembalikan sekitar 10.000 imigran ke pantai mereka sepanjang tahun ini.


(WIL)