Raja Maroko Peringatkan Trump Tak Pindahkan Kedutaan AS ke Yerusalem

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:26 WIB
palestinapalestina israel
Raja Maroko Peringatkan Trump Tak Pindahkan Kedutaan AS ke Yerusalem
Raja Maroko Mohamed VI peringatkan Trump mengenai status Yerusalem (Foto: AFP).

Rabat: Raja Maroko, Mohammed VI memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk tidak memindahkan kedutaan besar AS ke Yerusalem. Pasalnya, Trump memberitahu Presiden Palestina Mahmoud Abbas lewat telepon mengenai niatnya tersebut.
 
 
Dalam sebuah surat terbuka kepada Trump, Raja Maroko tersebut mengungkapkan keprihatinannya atas niat Trump tersebut.
 
"Saya prihatin dan menaruh perhatian besar atas apa yang dirasakan negara dan masyarakat Muslim di Timur Tengah," kata dia, seperti dilansir dari laman AFP, Rabu, 6 Desember 2017.
 
Raja Mohammed VI menulis, sebagai ketua Komite Kerja Sama Al-Quds yang beranggotakan 57 negara, isu yang berkaitan dengan Yerusalem menjadi perhatian mereka. Pasalnya, kota tersebut merupakan wilayah suci bagi tiga agama besar dunia.
 
"Langkah saat ini cenderung berdampak negatif pada prospek solusi yang adil dan komprehensif terhadap konflik Palestina-Israel," tulisnya dalam surat tersebut.
 
Dia mendesak Trump untuk menghindari apapun yang bisa memperburuk keadaan di Timur Tengah. "Terutama perasaan frustasi dan kecewa yang bisa menjadi dasar ekstremisme dan terorisme," imbuhnya.
 
Gedung Putih mengungkapkan Trump akan mengumumkan keputusannya mengenai Yerusalem pada Rabu siang waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
 
Trump sudah mengkomunikasikan rencana pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh, menyebut Trump memberi tahu rencana itu melalui telepon.
 
Nabil menjelaskan Abbas telah memperingatkan Trump soal konsekuensi rencana tersebut. Abbas menilai langkah ini bisa mengancam proses perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan dan dunia.
 
Menurut Nabil, Abbas juga menegaskan wacana tersebut bisa menimbulkan polemik antara Israel dan Palestina. Abbas berkomitmen mencegah realisasi rencana Trump.
 
Namun, baik Gedung Putih maupun Palestina tidak menjelaskan rinci waktu pelaksanaan pemindahan tersebut.



(FJR)