Iran Minta Warga Tidak Teruskan Unjuk Rasa

Willy Haryono    •    Sabtu, 30 Dec 2017 18:52 WIB
politik iran
Iran Minta Warga Tidak Teruskan Unjuk Rasa
Ribuan orang berunjuk rasa mendukung pemerintah di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran, Iran, 30 Desember 2017. (Foto: AFP/TASNIM NEWS/HAMED MALEKPOUR)

Teheran: Pemerintah Iran mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi berunjuk rasa, Sabtu 30 Desember 2017, sejak demonstrasi mengecam kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dimulai sejak Kamis kemarin. 

"Kami mendesak semua orang yang diminta melakukan aksi protes untuk tidak berpartisipasi lagi dalam perkumpulan ilegal ini, yang hanya akan menciptakan masalah bagi diri mereka dan masyarakat luas," ujar Menteri Dalam Negeri Iran Abdolrahman Rahmani Fazli, seperti dikutip AFP

Kantor berita nasional IRINN mengaku dilarang menyiarkan unjuk rasa menentang pemerintah yang dimulai di Mashhad dan meluas ke kota-kota lain. 

Aksi protes awalnya mengecam masalah perekonomian Iran, namun berubah menjadi penentangan secara menyeluruh kepada pemerintah. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengingatkan bahwa "seluruh dunia mengawasi" setelah sejumlah demonstran ditangkap petugas keamanan Iran. 

Juru bicara Menteri Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi menilai komentar Trump "tidak relevan" dan bersifat "oportunis."

Puluhan ribu pendukung pemerintah berunjuk rasa di berbagai kota di Iran, dalam upaya unjuk kekuatan untuk rezim. Saluran televisi nasional Iran memperlihatkan kerumunan orang berpakaian hitam berkumpul di Teheran, kota Mashhad dan tempat lainnya. 

Wakil Presiden Pertama Iran Eshaq Jahangiri menduga oposisi pemerintah berada di balik demonstrasi, yang disebutnya masih berskala besar hingga Jumat 29 Desember. 

"Beberapa demo di negara belakangan ini dilakukan atas dasar masalah ekonomi, tapi sepertinya ada sesuatu yang lain di balik itu," kata Jahangiri, yang dikutip kantor berita IRIB

"Mereka berpikir dengan melakukan ini, mereka dapat melukai pemerintah. Namun, justru ada pihak lain yang akan menunggangi gelombang unjuk rasa ini," sambung dia.



(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA