AS Dukung Solusi Dua Negara Jika Israel-Palestina Sepakat

Willy Haryono    •    Minggu, 21 Jan 2018 10:55 WIB
israel palestinadonald trumppalestina israel
AS Dukung Solusi Dua Negara Jika Israel-Palestina Sepakat
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi (kanan) berjabat tangan dengan Wapres AS Mike Pence di Kairo, 20 Januari 2018. (Foto: AFP)

Kairo: Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mengatakan kepada Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi bahwa AS akan mendukung solusi dua negara (two-state solution) jika Palestina dan Israel sudah menyepakatinya.

Pence berada di Mesir dalam pemberhentian pertamanya dalam tur tiga hari di Timur Tengah, yang juga meliputi Yordania dan Israel. 

Ini merupakan kunjungan pejabat tinggi AS ke kawasan sejak Desember tahun lalu, setelah Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berencana memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv. 

Langkah AS tersebut dikecam banyak negara, termasuk oleh Sisi.

"Kami mendengarkan (semua yang disampaikan) Presiden al-Sisi," ujar Pence, seperti dikutip Guardian, Sabtu 20 Januari 2018. Ia menambahkan Sisi menggambarkan kecamannya terhadap keputusan Trump seperti "ketidaksepahaman antar teman." 

Pence mengaku telah meyakinkan Sisi bahwa AS berkomitmen menjaga status quo situs-situs suci di Yerusalem. "Persepsi saya dia (Sisi) bisa memahami pesan itu," lanjutnya. 

Kantor kepresidenan Mesir mengatakan bahwa Sisi meyakini hanya negosiasi berbasis solusi dua negara yang dapat menyelesaikan konflik Palestina dengan Israel. 

Dalam pertemuan di Kairo tersebut, Pence juga menegaskan kembali dukungan AS terhadap Mesir dalam perang melawan Islamic State (ISIS) dan grup ekstremis lainnya. Pence menyebut hubungan kedua negara belum pernah sekuat ini setelah sempat melewati periode "mengambang."

"Kami selalu mendukung Mesir dalam perang melawan terorisme," kata Pence kepada Sisi.

Dari Kairo, Pence akan bertolak ke Yordania dan bertemu Raja Abdullah II, mitra dekat AS. Raja Abdullah II sebelumnya mengingatkan bahwa pengakuan AS terhadap Yerusalem dapat berimbas buruk kepada stabilitas kawasan. 

Tur Timur Tengah Pence akan berakhir di Israel. Di sana, ia berencana bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. 



(WIL)