Kelompok Palestina-Israel Umumkan Gencatan Senjata

Arpan Rahman    •    Minggu, 28 Oct 2018 11:45 WIB
palestina israel
Kelompok Palestina-Israel Umumkan Gencatan Senjata
Kehancuran tampak usai serangan udara Israel ke wilayah Gaza pada 27 Oktober 2018. (Foto: AFP).

Gaza: Organisasi Islamic Jihad dari Palestina mengatakan telah sepakat untuk menghentikan tembakan roket ke arah Israel setelah pembicaraan dengan delegasi Mesir.
 
Pengumuman pada Sabtu 28 Oktober muncul beberapa jam setelah Israel meluncurkan serangan udara yang menghantam lebih dari 80 lokasi di Jalur Gaza yang terkepung. Balasan itu menyusul klaim bahwa roket ditembakkan dari sana ke Israel selatan.
 
 Baca juga: Sejumlah Ruangan RS Indonesia di Gaza Rusak.

"Kami mengumumkan gencatan senjata dengan Israel setelah kontak Mesir dengan kami," kata Dawoud Shihab, juru bicara Islamic Jihad, seperti disitir dari Al Jazeera, Minggu 28 Oktober 2018.
 
Dia tambahkan, kelompok itu "akan berkomitmen pada kesepakatan selama Israel berkomitmen begitu juga".
 
Israel tidak segera menanggapi, dan gencatan senjata sebelumnya dalam konflik tidak selalu bertahan. Mediator Mesir sudah berupaya menegosiasikan gencatan senjata antara Hamas, yang memerintah Jalur Gaza, dengan Israel.
 
Gerakan Islamic Jihad, yang didirikan pada akhir 1970-an, jauh lebih kecil daripada Hamas dan menyatakan bahwa Palestina, dengan perbatasannya yang ditandai dari sungai Yordan ke laut Mediterania, adalah tanah Islam dan dilarang secara agama untuk berkompromi atau menyerahkannya sejengkal pun.
 
Sayap militernya, Brigade Al-Quds, menjadi aktif selama Intifada 1987 dengan meluncurkan operasi melawan sasaran militer dan non-militer Israel. Sebelumnya pada Sabtu, juru bicara militer Israel mengaku 34 roket telah ditembakkan ke Israel sepanjang malam.
 
Sistem pertahanan roket Iron-Dome Israel dilaporkan mencegat 13 roket, dua di antaranya mendarat di Gaza dan sisanya jatuh di areal terbuka di Israel selatan. Sebagai balasan, militer Israel menyerang sekitar 80 lokasi di Gaza pada Sabtu pagi, termasuk gedung markas besar keamanan.

Baca juga: Jokowi Kecam Serangan Israel ke RS Indonesia.

 
Para pejabat kesehatan di Gaza berkata, sembilan warga Palestina terluka dalam salah satu serangan Israel dan rumah sakit rusak parah. Tidak ada warga Israel yang dilaporkan terluka akibat roket.
 
Hamas mengingkari serangan roket baru-baru ini dan menyalahkan sejumlah kelompok pinggiran yang bertekad menyabotase upaya PBB dan Mesir guna menengahi gencatan senjata jangka panjang. Namun Israel mengatakan pihaknya menganggap Hamas bertanggung jawab atas setiap serangan roket terlepas dari siapa yang meluncurkannya.
 
Hamas telah mendorong berakhirnya pengepungan 11 tahun di Gaza oleh Israel yang telah menjebak lebih dari dua juta warga Palestina. Hal itu juga meninggalkan penduduk dengan akses terbatas ke air bersih dan jaringan listrik.


(FJR)