Serangan Udara Guncang Suriah Setelah Rencana Gencatan Senjata

Renatha Swasty    •    Minggu, 11 Sep 2016 07:50 WIB
krisis suriah
Serangan Udara Guncang Suriah Setelah Rencana Gencatan Senjata
Serangan udara di Idlib - foto: Reuters

Metrotvnews.com, Damaskus: Serangan udara di daerah yang dikuasai pemberontak Suriah dilaporkan menewaskan 82 orang. Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika dan Rusia mengumumkan rencana gencatan senjata.

Serangan udara di sebuah pasar di Idlib menewaskan sedikitnya 37 orang, sementara 45 orang tewas dalam serangan di Provinsi Aleppo, ungkap aktivis oposisi.

Pasar sayur di Idlib yang sibuk diserang, 90 orang terluka. Beberapa serangan udara juga diyakini terjadi di Anadan, dan Hreitan dekat Aleppo, kota kedua Suriah, Sabtu (10/9/2016).

Amerika dan Rusia berencana melakukan gencatan senjata selama 10 hari dimulai pada Senin, 12 September diikuti serangan udara terkoordinasi terhadap militan.

Turki dan Uni Eropa menyambut baik rencana itu, tetapi memperingatkan bahwa perlu ada tindakan lebih lanjut.

Turki berharap ada bantuan dari awal, sementara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini berharap ada "transisi politik".

Seorang juru bicara oposisi Suriah menyebut rencana itu memberi harapan tetapi perlu ada detil pelaksanaannya. Pemerintah yang berada di ibu kota Damaskus mendukung hal itu, kata kantor Berita Sana.

Belum ada reaksi resmi dari Iran, yang bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad seperti Rusia.

Konflik di Suriah dimulai dengan pemberontakan terhadap Assad. Pemberontakan telah terjadi selama lima tahun dan merenggut nyawa lebih dari seperempat juta orang.

Jutaan orang telah melarikan diri ke luar negeri, banyak dari mereka mencari suaka di Uni Eropa. Tapi, hampir 18 juta orang tetap di Suriah. (Reuters)


(REN)