Serangan Udara Tewaskan 140 Orang dalam Pemakaman di Yaman

Arpan Rahman    •    Minggu, 09 Oct 2016 12:35 WIB
konflik yaman
Serangan Udara Tewaskan 140 Orang dalam Pemakaman di Yaman
Lokasi serangan udara koalisi Arab Saudi di Sanaa, Yaman, 5 September 2015

Metrotvnews.com, Sanaa: Lebih dari 140 orang tewas dan 525 lebih terluka ketika serangan udara menghantam suatu upacara pemakaman di Yaman, Sabtu (8/10/2016). Informasi disampaikan seorang pejabat PBB. 

Pemberontak Houthi menyalahkan koalisi yang dipimpin Arab Saudi sebagai dalang di balik serangan tersebut. Koalisi Arab Saudi, yang sedang disorot dunia internasional atas dugaan kematian banyak warga sipil, membantah bertanggung jawab. 

"Jumlah korban sangat besar: lebih dari 520 terluka dan lebih dari 100 martir," juru bicara kementerian kesehatan di Sanaa, Tamim al-Shami, berkata kepada televisi pemberontak Almasirah, seperti dikutip Daily Mail.

Serangan itu salah satu yang paling mematikan sejak koalisi melancarkan kampanye pengeboman terhadap pemberontak Syiah Houthi pada Maret 2015.

Sekutu penting Riyadh, Amerika Serikat, dengan cepat mengumumkan akan "segera mempertimbangkan kembali" dukungan untuk koalisi Arab Saudi.

Koordinator kemanusiaan PBB di Yaman, Jamie McGoldrick, mengatakan, para relawan "terkejut dan marah" lantaran serangan mengenai aula masyarakat di Sanaa, di mana para pelayat berkumpul.

Dia menyerukan penyelidikan secepatnya dan mengatakan masyarakat internasional harus memberi tekanan untuk memastikan warga sipil dilindungi. "Kekerasan terhadap warga sipil di Yaman harus segera dihentikan," kata McGoldrick.

"Saya juga meminta semua pihak untuk melindungi warga sipil dan berhenti menggunakan senjata peledak atau melakukan pemboman udara di pemukiman penduduk di Yaman. Sudah cukup," ungkap Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat Stephen O'Brien. 

Pada September 2015, serangan udara koalisi Arab Saudi diduga menewaskan sedikitnya 131 warga sipil di sebuah pesta pernikahan kota Mokha, dekat Laut Merah. Aliansi yang dipimpin Saudi kemudian juga membantah terlibat.

Dan Maret tahun ini, serangan udara pimpinan Arab Saudi di sebuah pasar menewaskan sedikitnya 119 orang, termasuk 106 warga sipil, di antaranya 24 anak-anak, di utara provinsi yang dikuasai pemberontak Hajja.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA