Tunisia Diminta Izinkan PNS Wanita Duduki Posisi Senior

Willy Haryono    •    Sabtu, 23 Dec 2017 12:43 WIB
tunisia
Tunisia Diminta Izinkan PNS Wanita Duduki Posisi Senior
Jam Great Clock di lapangan Habib Bourguiba di Tunis, Tunisia. (Foto: AFP/FETHI BELAID)

Tunis: Tunisia diminta membuka kesempatan lebih banyak bagi pegawai negeri sipil wanita untuk menduduki posisi senior. Studi terbaru menunjukkan hanya ada sedikit wanita Tunisia yang duduk di posisi senior PNS.

Menurut Khaola Labidi yang mengkoordinasikan studi di UN Women, sekitar 37 persen dari total 630 ribu PNS di Tunisia adalah wanita. Dari total wanita itu, hanya sedikit yang menduduki jabatan strategis.

Labidi mengatakan jumlah PNS wanita di Tunisia "sangat tinggi dibanding negara lain di Afrika Utara dan Timur Tengah." Namun ia menambahkan, PNS pria menduduki tiga perempat dari jabatan strategis dengan gaji yang lebih baik.

Masih menurut studi yang dikoordinasikan Labidi, PNS wanita yang berada di posisi menengah akan menghadapi "dinding kaca" dan kariernya tidak bisa naik lebih lanjut. 

"Kami ingin menembus dinding kaca ini agar wanita kompeten -- jumlahnya sangat banyak -- bisa menduduki posisi tinggi," ungkap Labidi, seperti dikutip AFP.

Menteri Urusan Wanita Tunisia Naziha Labidi mendorong pemerintah "untuk melakukan segala cara agar perempuan bisa menduduki posisi pengambil keputusan." Sebuah strategi tetap disusun agar wanita dan pria di Tunisia dapat sejajar dalam hal pekerjaan pada 2020. 

Tunisia dipandang sebagai perintis di dunia Arab dalam menegakkan hak-hak wanita. Pada 1956, Tunisia mengadopsi sebuah aturan yang memberikan hak-hak tertentu kepada wanita serta menghapus poligami. 

Musim panas tahun ini, parlemen Tunisia juga meloloskan UU untuk memerangi kekerasan terhadap wanita.

Namun hingga saat ini, masyarakat Tunisia masih terpecah antara konservatif dengan liberal sosial.


(WIL)