Pasukan Irak Tewaskan 15 Militan ISIS di Perbatasan Suriah

Arpan Rahman    •    Rabu, 03 Jan 2018 13:30 WIB
irakisis
Pasukan Irak Tewaskan 15 Militan ISIS di Perbatasan Suriah
Pasukan Irak masih menghadapi sisa-sisa kekuatan ISIS (Foto: AFP).

Baghdad: Sebanyak lima belas militan Islamic State (ISIS) terbunuh dalam sebuah serangan pasukan keamanan di perbatasan Irak-Suriah.
 
"Bertindak atas laporan intelijen, Polisi Federal membunuh 15 militan ISIS saat mereka bergerak di perbatasan antara Irak dan Suriah," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Brigadir Jenderal Saad Maan kepada Mawazin News.
 
"Operasi keamanan diluncurkan setelah melacak sel ISIS selama beberapa hari," sambungnya, seperti disitir Iraqi News, Rabu 3 Januari 2018. Ia menambahkan bahwa tentara merebut senjata ringan dan ikat pinggang.
 
Irak menyatakan runtuhnya pengaruh teritorial ISIS di Irak pada awal November dengan merebut kembali Rawa, sebuah kota di perbatasan barat Anbar dengan Suriah, yang merupakan benteng terakhir kelompok tersebut di Irak.
 
ISIS mendeklarasikan 'kekhalifahan' secara sepihak di sepertiga Irak dan negara tetangga Suriah pada 2014. 
 
Sebuah kampanye pemerintah, yang didukung pasukan paramiliter dan sebuah koalisi internasional dipimpin Amerika Serikat (AS), diluncurkan pada 2016. Tujuannya merebut kembali wilayah-wilayah yang dikangkangi oleh ISIS, yang berhasil merebut kembali semua daerah, terutama kota Mosul.
 
Bulan lalu, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan kemenangan akhir atas ISIS, tiga tahun setelah kelompok militan tersebut menguasai sekitar sepertiga wilayah Irak.
 
Pengumuman Abadi datang dua hari menyusul Rusia mengumumkan kemenangan serupa atas militan Syiah di negara tetangga Suriah. Abadi mendeklarasikan 10 Desember sebagai hari libur nasional nasional pada kesempatan ini.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA