Ganggu Penerbangan, Anjing Pendeteksi Bom Ditembak Mati

Willy Haryono    •    Jumat, 17 Mar 2017 11:25 WIB
satwa
Ganggu Penerbangan, Anjing Pendeteksi Bom Ditembak Mati
Grizz, anjing yang sedang menjalani pelatihan mendeteksi bom, ditembak mati polisi Selandia Baru. (Foto: CNN)

Metrotvnews.com, Auckland: Kepolisian Selandia Baru menembak mati seekor anjing pendeteksi bom yang berkeliaran di Bandara Auckland, Jumat 17 Maret 2017. 

Anjing bernama Grizz yang sedang menjalani pelatihan mendeteksi bom melarikan diri dari pawangnya. Sebanyak 16 penerbangan di Auckland ditunda karena Grizz berkeliaran di sekitar landasan pacu. 

Karena dinilai mengganggu kegiatan operasional bandara, polisi diminta menembak mati Grizz. 

Hans Kriek dari kelompok penyayang hewan SAFE mengecam pembunuhan Grizz, dan mempertanyakan mengapa hewan itu tidak dibius saja. Juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Selandia Baru (CAA) mengatakan pembiusan bukan opsi pada saat itu. 

Bandara Auckland sebelumnya mengumumkan lewat Twitter bahwa staf telah menangkap Grizz. Namun satu jam kemudian, bandara melaporkan Grizz telah mati.

Grizz kabur dari pawangnya sekitar pukul 04.30 pagi waktu setempat dan berkeliaran di landasan pacu Bandara Auckland. 

"Dia sedang menjalani program awal sosialisasi lingkungan bandara sebagai bagian dari pelatihan. (Setelah dia melarikan diri), operasi pencarian dimulai," ucap juru bicara CAA, seperti dilansir CNN.

Ia mengatakan kondisi gelap dan luasnya area mempersulit pencarian Grizz. 

"Kami mencoba segalanya dengan menggunakan makanan, mainan, anjing lain, tapi tidak berhasil. Dalam situasi sulit ini, tim bandara memutuskan untuk menghabisi anjing itu," sambung dia. 

Bandara Auckland menjadi trending topic di Twitter setelah kejadian. Banyak netizen geram atas cara bandara mengatasi masalah Grizzz. 

"Saya malu menjadi seorang warga Selandia Baru hari ini. Membunuh anjing agar penerbangan dapat berlanjut. Tidak ada alasan! Benar-benar menjijikkan," tulis seorang pengguna Twitter

Kriek meyakini membunuh Grizz adalah keputusan salah. Ia mengatakan staf bandara memiliki cukup banyak waktu untuk mendapatkan senjata bius. 

"Mereka memanggil polisi untuk menembak anjing, dan polisi pasti bisa mendapatkan senjata bius. Kebun binatang di dekat lokasi juga pasti punya senjata bius, jadi kami tidak mengerti mengapa mereka tidak melakukan itu," ungkap Kriek.


(WIL)

Pelaku Serangan London Tak di Bawah Kendali ISIS

Pelaku Serangan London Tak di Bawah Kendali ISIS

10 hours Ago

Tidak ada bukti bahwa pelaku serangan, Khalid Masood tergabung dalam kelompok radikal mana pun…

BERITA LAINNYA