Simpati ke Qatar, Bahrain Penjarakan Satu Warganya

Sonya Michaella    •    Jumat, 16 Jun 2017 15:51 WIB
kisruh qatar
Simpati ke Qatar, Bahrain Penjarakan Satu Warganya
Bahrain memenjarakan warga negaranya karena bersimpati kepada Qatar. (Foto: Al Arabiya)

Metrotvnews.com, Manama: Untuk pertama kali, Bahrain memenjarakan salah satu warganya atas komentarnya di media sosial yang memberikan simpati dan terlihat mendukung Qatar.

5 Juni lalu, Bahrain bersama Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Libya dan Maladewa memutus hubungan diplomatik dengan Qatar dengan alasan Qatar mendukung kegiatan terorisme.

"Setiap ekspresi simpati dengan Qatar atau melawan tindakan yang diambil pemerintah Bahrain, baik melalui media sosial atau komunikasi lainnya, termasuk dalam tindak pidana dan dapat dihukum minimal lima tahun," kata Kementerian Dalam Negeri Bahrain.

Dikutip Al Arabiya, Jumat 16 Juni 2017, dikabarkan jaksa telah menyelidiki masalah ini, sedangka tersangka saat ini sudah ditahan.

Undang-undang siber Bahrain terkenal cukup ketat bagi para warganya yang melanggar pemerintahan, atau membangkang, terutama menyangkut media sosial.

Pekan lalu, Uni Emirat Arab memperingatkan para pengguna media sosial bahwa mereka bisa dihukum tiga sampai 15 tahun penjara jika bersimpati kepada Qatar.

Pemutusan hubungan diplomatik ini juga merambat ke masalah penerbangan. Maskapai penerbangan Qatar Airways dilarang masuk ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, begitupun sebaliknya.

Badan penerbangan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab kini menetapkan peraturan di mana penerbangan pribadi dan penerbangan dari bandara Qatar harus mengajukan permintaan kepada mereka setidaknya 24 jam sebelum melintasi wilayah udara.
 
Permintaan tersebut harus mencantumkan daftar nama dan kebangsaan awak kapal dan penumpang, serta muatan yang dibawa oleh pesawat terbang. 

 


(FJR)

Waspadai Infiltrasi Ideologi

Waspadai Infiltrasi Ideologi

3 hours Ago

Infiltrasi ideologi merupakan ancaman di balik cepatnya perkembangan teknologi. Namun pendekatan…

BERITA LAINNYA