Kolombia Tolak Akui Hasil Pemilu Majelis Venezuela

Arpan Rahman    •    Sabtu, 29 Jul 2017 17:14 WIB
konflik venezuela
Kolombia Tolak Akui Hasil Pemilu Majelis Venezuela
Venezeula masih diwarnai bentrokan dipicu sikap keras oposisi terhadap pemerintah (Foto: EPA).

Metrotvnews.com, Bogota: Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengatakan, pada Jumat 28 Juli, bahwa negaranya tidak akan mengakui hasil pemilihan majelis tidak sah di negara tetangga, Venezuela. 
 
Penegasan itu muncul di tengah kekhawatiran oposisi bahwa pemilu tersebut akan mengarah pada kediktatoran.
 
"Majelis konstituante ini memiliki latar belakang yang tidak sah, dan karena itu, kami tidak dapat mengakui hasilnya," kata Santos sambil mengulangi seruan solusi damai atas kerusuhan di Venezuela.
 
Hubungan antartetangga Amerika Selatan telah tegang selama bertahun-tahun. Venezuela menutup perbatasan beberapa kali dalam sebuah tindakan keras terhadap penyelundup dan mendeportasi ratusan warga Kolombia yang dituduh melakukan kegiatan kriminal pada 2015.
 
Beberapa keluarga meninggalkan Venezuela menjelang pemilihan, Minggu 30 Juli, untuk superbody legislatif yang kontroversial, yang akan memiliki kekuatan merevisi konstitusi dan membubarkan institusi negara.
 
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berkata, pemilihan anggota majelis yang beranggotakan 545 akan membawa perdamaian ke negara tersebut. Setelah empat bulan demonstrasi oposisi dan bentrok lawan pasukan keamanan, di mana setidaknya 111 orang terbunuh. Partai oposisi sedang memboikot pemungutan suara.
 
Otoritas Kolombia juga mengatakan, pada Jumat 28 Juli, pihaknya akan memberikan perpanjangan visa khusus kepada lebih dari 150.000 orang Venezuela yang izinnya sudah berakhir.
 
Tindakan visa, segera berlaku, akan berlaku untuk orang-orang Venezuela dengan visa sementara yang kadaluarsa dan juga visa turis yang ingin tinggal, kata pejabat kementerian luar negeri dan otoritas migrasi dalam sebuah pernyataan bersama. Perpanjangan berlangsung selama 90 hari dan dapat diperpanjang hingga dua tahun.
 
Warga Venezuela yang mengungsi dari krisis makanan, tingginya kejahatan, dan kerusuhan politik membanjiri perbatasan Kolombia dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa melintas untuk berbelanja, sementara yang lain memulai kehidupan dari nol, sering bekerja secara informal dan tanpa visa tinggal.
 
Warga Venezuela akan memiliki waktu 90 hari untuk mengajukan permohonan perpanjangan visa. Mereka yang tidak memasukkan perangko di paspor mereka dan orang-orang yang memiliki catatan kriminal atau sudah dalam proses dideportasi tidak akan memenuhi syarat.
 
"Tindakan ini dimaksudkan untuk membantu warga Venezuela yang mematuhi peraturan migrasi, namun karena faktor yang berbeda saat ini situasinya tidak biasa atau izinnya akan segera berakhir," kata pernyataan tersebut, seperti disitat CNN, Sabtu 29 Juli 2017.
 
"Perpanjangan itu harus dipahami oleh para imigran sebagai mosi percaya pada Kolombia," kata Christian Kruger, kepala otoritas migrasi Kolombia dalam pernyataan.



(FJR)