Bayi Perempuan Meninggal akibat Gas Air Mata di Gaza

Sonya Michaella    •    Selasa, 15 May 2018 17:00 WIB
palestina israel
Bayi Perempuan Meninggal akibat Gas Air Mata di Gaza
Protes yang pecah di Gaza. (Foto: AFP)

Gaza: Seorang bayi perempuan meninggal akibat menghirup gas air mata selama bentrokan hebat di perbatasan Gaza-Israel.

Bentrokan ini dilancarkan oleh warga Palestina sebagai bentuk protes atas pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem yang dihadiri Ivanka Trump dan suaminya, Jared Kushner.

Leila Anwar Ghandoor, yang berusia delapan bulan, meninggal di rumah sakit, pagi ini waktu setempat. 

Dikutip dari Independent, Selasa 15 Mei 2018, keluarga Leila tak henti-hentinya menangisi kepergian balita tersebut.

Sejumlah laporan juga menyebut, saat gas air mata dijatuhkan dari pesawat nirawak Israel, Leila berada jauh dari lokasi jatuhnya gas air mata. 

Pasukan Pertahanan Israel pun tak segera mengomentari tewasnya seorang balita akibat serangan gas air mata mereka. 

Saat ini, terkonfirmasi bahwa 58 warga Palestina tewas akibat bentrokan dengan pasukan Israel. Angkatan Udara Israel bahkan sempat menyebarkan pamflet dari sebuah drone yang memperingatkan agar warga menjauh dari perbatasan.

Hingga saat ini, media-media lokal masih memberitakan bahwa puluhan ribu warga Palestina masih memadati perbatasan Gaza untuk mencoba menyeberang ke Israel.


(WIL)