Balas Serangan Parade, Iran Luncurkan Misil ke Suriah

Arpan Rahman    •    Senin, 01 Oct 2018 15:15 WIB
krisis suriahiran
Balas Serangan Parade, Iran Luncurkan Misil ke Suriah
Foto di situs SEPAH NEWS memperlihatkan serangan misil Iran ke Suriah timur, 1 Oktober 2018. (Foto: AFP/SEPAH NEWS)

Teheran: Garda Revolusioner Iran mengaku telah menembakkan misil ke arah sejumlah militan di Suriah timur. Teheran menyebut ini merupakan balasan atas serangan mematikan di sebuah parade militer bulan lalu.

"Banyak teroris tewas atau terluka dalam serangan," ucap Garda Revolusioner Iran, seperti dilansir dari kantor berita BBC, Senin 1 Oktober 2018.

Setidaknya 25 orang tewas dalam serangan di sebuah parade militer di kota Ahvaz. Serangan itu dianggap sebagai yang paling mematikan di Iran selama lebih dari satu dekade.

Kelompok militan Islamic State (ISIS) dan sebuah grup separatis mengklaim bertanggng jawab atas serangan di Ahvaz.

Baca: Parade Militer Iran Diserang, Sejumlah Orang Tewas

Sebuah pernyataan di situs Sepah News milik Garda Revolusioner Iran melaporkan bahwa sejumlah misil balistik ditembakkan ke daerah timur sungai Eufrat di Suriah. Situs tersebut juga mengunggah serangkaian gambar peluncuran rudal.

Iran mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam konflik berkepanjangan di Suriah. Dukungan ditunjukkan dengan mengirim ratusan tentara dan mendukung milisi pro-pemerintah Suriah.

Perempuan, anak-anak, dan anggota Garda Revolusioner termasuk dari deretan korban tewas di Ahvaz. Serangan dilakukan empat pria bersenjata saat berlangsungnya pawai peringatan perang Iran-Irak 1980-1988.

Iran menangkap 22 orang terkait serangan tersebut.

Dalam prosesi pemakaman korban serangan di Ahvaz, Wakil Kepala Garda Revolusioner Iran Brigadir Jenderal Hossein Salami menjanjikan respons "mematikan" terhadap para pelaku. Ia menuduh Arab Saudi, Israel, dan Amerika Serikat secara tidak langsung bertanggung jawab.

Kritiknya digaungkan Presiden Iran Hassan Rouhani, yang juga menuduh AS dan negara-negara Teluk.

Namun, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Nikki Haley berkata kepada CNN, bahwa "dia (Rouhani) boleh saja menyalahkan kami semau dia. Tapi Hal yang harus dia lakukan adalah melihat dirinya sendiri di hadapan cermin."



(WIL)