100 Imigran Dikhawatirkan Tewas di Lepas Pantai Libya

Arpan Rahman    •    Sabtu, 30 Jun 2018 17:34 WIB
imigran gelap
100 Imigran Dikhawatirkan Tewas di Lepas Pantai Libya
Sebuah kapal imigran terombang-ambil di Laut Mediterania pada 2015. (Foto: AFP)

Tripoli: Penjaga pantai Libya menolong belasan korban selamat dari kapal imigran yang terbalik. Namun dikhawatirkan sekitar 100 orang, termasuk tiga bayi, tewas dalam insiden tersebut.

Para imigran meninggalkan Libya dengan menaiki perahu karet yang tidak layak pakai. Korban selamat memperkirakan ada 120 orang di kapal tersebut, yang terbalik di lepas pantai Tripoli.

Mereka yang selamat dikembalikan ke Tajoura, Libya. Negara Afrika itu merupakan titik keberangkatan utama bagi para imigran yang ingin melarikan diri dari kekerasan di Afrika Utara dan Timur Tengah untuk menuju Eropa.

Organisasi Internasional untuk Keimigrasian (IOM) mengatakan sekitar 40.000 imigran telah tiba di Eropa melalui rute laut pada 2018, hampir enam kali lebih kecil dari periode sama tahun 2016. 

Badan PBB meminta negara-negara di kawasan Mediterania membantu para imigran dan menawarkan perlindungan hak asasi manusia.

"Negara-negara harus ikut berbagi tanggung jawab bersama di seluruh kawasan Mediterania, dengan menghormati keselamatan dan martabat semua orang. Pendekatan yang komprehensif diperlukan untuk mewujudkan tanggapan yang efektif dan berkelanjutan," cetus IOM, seperti dinukil dari UPI, Sabtu 30 Juni 2018.

Uni Eropa sepakat pada Kamis kemarin untuk mendirikan pusat imigran yang dikontrol secara sukarela guna membantu membedakan antara pencari suaka sah dan mereka yang akan dipulangkan.

Kesepakatan itu muncul menyusul perselisihan antara negara-negara Uni Eropa yang membuat dua kapal imigran terdampar di Laut Mediterania selama beberapa hari. 

Italia dan Malta awalnya sama-sama menolak beri izin untuk berlabuh. Namun pada akhirnya, Malta mengalah dan mau menampung para imigran.



(WIL)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

23 minutes Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA