Didorong ke Laut Arab, 50 Imigran Dikhawatirkan Tewas

Willy Haryono    •    Kamis, 10 Aug 2017 09:27 WIB
imigran gelap
Didorong ke Laut Arab, 50 Imigran Dikhawatirkan Tewas
Kru dari Migrant Offshore Aid Station Phoenix menolong para imigran di laut. (Foto: CNN/IOM)

Metrotvnews.com, Sanaa: Sekitar 50 imigran asal Somalia dan Ethiopia dikhawatirkan meninggal dunia setelah seorang penyelundup manusia di Yaman mendorong mereka kembali ke Laut Arab. 

Korban selamat menceritakan pengalaman buruknya ke Organisasi Migrasi Internasional (IOM), bahwa mereka didorong ke laut setelah penyelundup melihat jajaran otoritas setempat. 

"Ini mengejutkan dan tidak manusiawi," kata Kepala IOM cabang Yaman, Laurent de Boeck, dalam pernyataan pers di situs resmi, Rabu 9 Agustus 2017. 

"Penderitaan para imigran dalam rute keimigrasian ini sangat besar. Terlalu banyak pemuda yang membayar jasa penyelundup dengan harapan palsu bisa mendapatkan masa depan cerah," lanjut dia, seperti dilansir CNN

Para imigran berharap bisa mencapai Teluk Arab via Yaman untuk mencari kehidupan yang lebih baik setelah melarikan diri dari negara mereka. 

IOM mengestimasi 55 ribu imigran telah meninggalkan Afrika untuk datang ke Yaman sejak Januari tahun ini.

Mereka adalah sasaran empuk bagi para penyelundup manusia di Laut Merah dan Teluk Aden. 

Lebih dari 30 ribu dari total imigran itu berusia di bawah 18 dan berasal dari Somalia atau Ethiopia. Sementara satu per tiganya adalah wanita. 

Perjalanan laut dari Somalia menuju Yaman dipenuhi rintangan. Sebuah kapal berisi imigran Somalia diserang pada Maret, yang berujung pada 42 kematian.

Angin kencang di Samudera Hindia juga membuat perjalanan menjadi berbahaya.


(WIL)