Jabat Presiden Iran Periode Kedua, Rouhani Janji Akhiri Isolasi

Fajar Nugraha    •    Kamis, 03 Aug 2017 17:48 WIB
politik iran
Jabat Presiden Iran Periode Kedua, Rouhani Janji Akhiri Isolasi
Presiden Iran Hassan Rouhani (paling kanan) saat inagurasi jabatan presiden periode kedua (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Teheran: Presiden Iran Hassan Rouhani diambil sumpah untuk menjabat periode kedua. Rouhani pun berjanji akan mengakhiri isolasi yang dialami Iran dari dunia internasional saat ini.
 
Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei mengambil sumpah Rouhani di hadapan para petinggi politik dan militer Negeri Paramullah itu.

(Baca: Televisi Iran Beri Selamat Atas Kemenangan Rouhani di Pilpres).
 
"Kami tidak akan pernah menerima isolasi," ucap Rouhani, seperti dikutip AFP, Kamis 3 Agustus 2017.
 
"Kesepakatan nuklir yang ditandatangani oleh Iran (bersama negara Barat) menunjukkan itikad baik dalam level internasional," jelas Rouhani.
 
Namun inagurasi Rouhani dilangsungkan, kurang dari 24 jam sebelumnya Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru. Presiden Donald Trump mengancam untuk mencabut kesepakatan nuklir dengan Iran secara keseluruhan.
 
Kesepakatan nuklir tersebut dicapai pada 2015 antara Iran dengan AS, Inggris, Rusia, Prancis dan China dengan ditambah Jerman serta Uni Eropa. Melalui kesepakatan tersebut, Iran bersedia mengurangi program nuklirnya demi pencabutan sanksi yang sudah berjalan.
 
Pesan persatuan
 
Rouhani dalam menjalani masa jabatan kedua sudah dibayang-bayangi dengan kritikan. Selama ini pihak konservatif kerap mengkritik Rouhani yang dikenal moderat.
 
Antara lain yang menjadi perhatian konservatif adalah pembangunan hubungan dengan pihak Barat. Tetapi Rouhani menanggapinya dengan imbauan agar seluruh lapisan rakyat Iran bersatu.
 
"Sekali lagi saya sampaikan bahwa pemilu sudah usai, kini waktunya untuk bersatu dan bekerja sama," tutur Rouhani.
 
"Saya membuka tangan kepada mereka yang menginginkan kebesaran dari negara ini," jelasnya.
 
Hadir dalam inagurasi tersebut antara lain mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Sosok konservatif itu pada awalnya ingin mencalonkan diri kembali sebagai presiden, namun Ayatullah Khamenei memintanya mundur.
 
Fokus pada ekonomi
 
Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa Iran saat ini harus memperlihatkan kekuatan dan menghadapi hegemoni kekuatan besar, terutama Amerika Serikat.
 
Hal tersebut disampaikannya saat mengambil sumpah Presiden Hassan Rouhani. Menurut Rouhani, AS saat ini menjadi negara paling agresif di dunia.
 
"Saat ini, rakyat Iran harus belajar mengenai plot dari musuh dan mengetahui cara menghadapi mereka," tegas Khamenei.
 
"Rouhani harus menegaskan perlawanan ekonomi yang berfokus pada pembukaan lapangan kerja dan memajukan produksi nasional," jelasnya.
 
Khamenei juga memuji tingginya tingkat partisipasi rakyat Iran dalam pemilu Mei lalu. Pelaksanaan pemilu menunjukkan kesuksesan pemerintah Iran dalam menyatukan pemikiran republik dengan semangat revolusi.

 
 
(FJR)