Israel Tunda Larangan WNI Masuk Hingga 26 Juni

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 08 Jun 2018 17:05 WIB
indonesia-israel
Israel Tunda Larangan WNI Masuk Hingga 26 Juni
WNI dibaptis di Sungai Yordan yang ada di Israel. (Foto: Times of Israel).

Tel Aviv: Para pengusaha industri pariwisata Israel memprotes keputusan Kementerian Luar Negeri melarang wisatawan Indonesia masuk ke negara tersebut. Hal ini menyebabkan larangan warga negara Indonesia (WNI) ke Israel ditunda hingga 26 Juni mendatang.

"Kami menyerukan kepada Kementerian Luar Negeri untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka. Langkah mereka kami anggap tidak proporsional dan yang dilarang tidak hanya wisatawan Indonesia saja," ucap Kepala Asosiasi Operator Tur Kedatangan Israel Yossi Fatael, dilansir dari Times of Israel, Jumat 8 Juni 2018.

Rafael menulis surat protes kepada Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Yuval Rotem dan Menteri Pariwisata Yariv Levin. Dia menyoroti konsekuensi keuangan bagi biro perjalanan Israel, hotel, perusahaan bus, pemandu wisata dan lain sebagainya.

Pengelola Perjalanan Keabadian di Yerusalem Sana Srouji mengatakan keputusan tersebut buruk bagi agennya serta 10 agen lainnya. Perusahaan mereka bisa bangkrut karena 70 persen pendapatan berasal dari wisatawan Indonesia.

"Mereka menyukai Israel dan ingin berkunjung ke sini. Mereka menyumbang banyak uang untuk negara ini," ucap Srouji, seperti dikutip dari The Marker.

"Turis ini sudah membeli tiket pesawat sejak jauh-jauh hari dan sekarang mereka dipaksa membatalkan semuanya tanpa kompensasi," imbuh dia.

Dia menambahkan keputusan pemerintah akan merugikan pemandu wisata dan pekerja pariwisata lainnya yang telah belajar bahasa Indonesia.

"Saya membimbing peziarah Kristen, beberapa Protestan dan Katolik. Ada juga yang tertarik pada Yudaisme," ucap Annabelle Herziger-Tenzer, 34, salah satu pemandu wisata yang berbicara bahasa Indonesia.

Herziger-Tenzer mengaku setiap bulan selama 9 bulan setahun membawa tiga kelompok dengan peserta masing-masing 35 orang. Dia menambahkan sebagian besar kelompok itu membeli bendera Israel dan mengambil foto dengan tentara IDF.

"Saya berharap Israel akan sadar dan membiarkan warga Indonesia masuk. Setiap kali ada kekacauan di Gaza, mereka (WNI) minoritas dihukum di Indonesia, sekarang kita melecehkan mereka dengan mencegah masuknya WNI itu ke Israel," tukasnya.

Keputusan Israel ini diambil lantaran bulan lalu, Indonesia mengatakan tidak akan mengeluarkan visa bagi warga Israel. Langkah ini diambil sebagai protes para tentara Negeri Bintang Daud tersebut menewaskan lebih dari 110 warga Palestina di perbatasan Gaza.

Indonesia terkenal sangat membela Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan di tanahnya atas Israel. Bahkan, kemerdekaan Palestina tercatat dalam politik luar negeri Indonesia.


(FJR)