Abbas Desak Amerika Latin Tak Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Fajar Nugraha    •    Selasa, 08 May 2018 12:23 WIB
venezuelapalestina israel
Abbas Desak Amerika Latin Tak Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem
Presiden Palestina Mahmoud Abbas imbau negara-negara Amerika Latin ikuti langkah AS (Foto: AFP).

Caracas: Presiden Palestina Mahmud Abbas mendesak negara-negara Amerika Latin untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
 
(Baca: Paraguay Ikuti Jejak AS Buka Kedutaan di Yerusalem).
 
Negeri Paman Sam mendorong pemindahan kedubesnya pada ke Yerusalem pada 14 Mei. Langkah ini sontak mengundang kecaman dari protes besar dari Palestina.
 
"Kami harapkan semua negara di Amerika Latin tidak akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem, karena hal ini melanggar hukum internasional," ujar Abbas, seperti dikutip AFP, Selasa 8 Mei 2018.
 
Imbauan ini disampaikan oleh Abbas saat melakukan pertemuan dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas.
 
Pemimpin Palestina itu mengucapkan terima kasih kepada Maduro yang mengecam tindakan AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan kedutaannya ke kota suci itu. Tindakan pemerintahan Donald Trump ini membalik kebijakan AS di Timur Tengah sebagai beberapa dekade.
 
Namun pada kenyataannya sudah ada negara Amerika Latin yang memastikan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
 
Guatemala sudah mengumumkan akan melakukan pemindahan itu. Pengumuman itu bahkan dilakukan dua hari setelah AS menyatakan akan memindahkan kedutaan mereka.
 
Paraguay akan mengikuti jejak AS untuk memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem pada akhir Mei. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon.
 
"Presiden Paraguay Horacio Cartes akhir bulan ini akan mengunjungi Israel untuk membuka kedutaan mereka di Yerusalem," seru Nahshon.
 
Cartes bahkan dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Israel sekaligus membuka kedutaan pada 21 atau 22 Mei mendatang.
 


(FJR)