Ribuan Orang Berunjuk Rasa Menentang Presiden Togo

Willy Haryono    •    Minggu, 31 Dec 2017 18:05 WIB
togo
Ribuan Orang Berunjuk Rasa Menentang Presiden Togo
Sejumlah warga berunjuk rasa di Lome, Togo, 18 Oktober 2017. (Foto: AFP/YANICK FOLLY)

Lome: Puluhan ribu orang memenuhi jalanan Lome, ibu kota Togo, dalam kelanjutan unjuk rasa menentang kepemimpinan Presiden Faure Gnassingbe. 

Massa anti-pemerintah telah turun ke jalanan Togo hampir setiap pekan sejak Agustus. Jumlah pengunjuk rasa terus bertambah dalam mendesak mundur Gnassingbe, presiden yang sudah berkuasa lebih dari 15 tahun. 

"Kami tidak pernah lelah. Kami akan meneruskan perjuangan ini, yang dimulai beberapa bulan lalu, hingga berakhir," ucap seorang pengendara sepeda motor di Lome, seperti dikutip AFP, Sabtu 30 Desember 2017. 

"Tidak ada yang akan menyerah karena kami sudah melihat akhir dari rezim ini," kata seorang pengunjuk rasa lainnya. 

Salah satu penguasa terlama di negara Afrika, Gnassingbe menjadi presiden pada 2005 setelah kematian ayahnya, Jenderal Gnassingbe Eyadema. Ayah Gnassinbge telah memimpin Togo selama 38 tahun. 

Sejumlah partai oposisi berulang kali menyerukan dihadirkannya aturan bahwa seorang presiden hanya bisa berkuasa dua periode. Namun Gnassingbe menolaknya dan kembali berkuasa. 

Meski unjuk rasa di Togo berlangsung relatid damai, terdapat beberapa bentrokan dengan polisi. Bentrokan terbaru terjadi Kamis kemarin, ketika 12 orang terluka setelah petugas menembakkan gas air mata.
(WIL)