Polisi Iran Tangkap 200 Demonstran di Teheran

Willy Haryono    •    Senin, 01 Jan 2018 12:54 WIB
politik iran
Polisi Iran Tangkap 200 Demonstran di Teheran
Mahasiswa berunjuk rasa di Universitas Teheran di Teheran, Iran, 30 Desember 2017. (Foto: AFP/STR)

Teheran: Kepolisian Iran menangkap sedikitnya 200 pengunjuk rasa dalam gelombang aksi protes yang sudah memasuki hari keempat pada Minggu 31 Desember 2017. 

Menurut kantor berita ILNA, 200 orang itu ditangkap dalam demonstrasi hari ketiga pada Sabtu malam. 

"Sebagian dari mereka yang ditangkap menghadapi persidangan, dan sebagian lainnya dibebaskan." kata Ali Asghar Nasserbakht, seorang wakil kepala keamanan untuk kantor Gubernur Teheran, kepada ILNA

Dia mengatakan beberapa dari 200 yang ditangkap itu adalah "tokoh pemimpin" yang unjuk rasanya tidak terkait dengan perekonomian Iran.

Unjuk rasa di Iran berawal di kota Mashhad pada Kamis pekan lalu. Awalnya demonstran hanya mengecam kenaikan harga barang-barang pokok, namun meningkat menjadi penentangan secara menyeluruh kepada pemerintah. 

"Sejumlah grup oposisi dari luar negeri membuat pemuda-pemuda di Iran emosional," ungkap Nasserbakht tanpa menjelaskan lebih lanjut. 

Ratusan orang berunjuk rasa di sekitar Universitas Teheran pada Sabtu. Dilaporkan terjadinya sejumlah aksi vandalisme pada malam harinya, termasuk penyerangan ke balai kota Teheran. 

Presiden Iran Hassan Rouhani mengecam aksi kekerasan dalam gelombang demonstrasi. Namun ia juga menegaskan seluruh jajaran pemerintahan harus bersedia membuka "ruang kritik" bagi masyarakat. 

"Masyarakat bebas untuk mengekspresikan kritik mereka, atau bahkan protes," kata Rouhani dalam sebuah rapat kabinet, seperti dilaporkan kantor berita nasional Iran. 

"Namun kritik itu berbeda dari kekerasan atau menghancurkan properti publik," lanjut dia.

 


(WIL)