Arab Saudi Sebut Seorang Warganya Diculik di Lebanon

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 11 Nov 2017 15:41 WIB
konflik lebanonarab saudi
Arab Saudi Sebut Seorang Warganya Diculik di Lebanon
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Riyadh: Arab Saudi mengatakan pada Jumat bahwa seorang warga negaranya diculik di Lebanon. Kondisi ini memperburuk krisis diplomatik antara kedua negara.

(Baca: Iran Siap Jaga Lebanon Usai Ditinggal Perdana Menteri).

Sebelumnya, Lebanon menuduh Arab Saudi telah menahan mantan Perdana Menteri Saad Hariri di Riyadh. Namun Arab Saudi membantah tuduhan tersebut.

Kini tuduhan berbalik arah, Kedutaan Besar Arab Saudi di Beirut mengatakan bahwa ada satu warganya yang diculik di Lebanon. Namun tidak diketahui secara detail mengenai penculikan tersebut.

"Kedubes telah mencoba melakukan kontak dengan otoritas tertinggi keamanan Lebanon, terkait upaya pembebasan tanpa syarat seorang warga Arab Saudi yang diculik," sebut keterangan Kedubes Arab Saudi dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita Arab Saudi, SPA, Sabtu 11 November 2017.

Pihak Lebanon menyebutkan bahwa akan melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Menteri Dalam Negeri Lebanon Nohad Machnouk mengatakan, keamanan warga Arab Saudi menjadi keutamaan Pemerintah Lebanon.

Machnouk menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan siaga guna mencegah upaya eksploitasi politik dalam situasi ini dari siapapun dan untuk alasan apapun.

"Merusak keamanan dan keseimbangan Lebanon adalah sebuah tindakan pelanggaran keras," tegas Machnouk.

(Baca: Lebanon Desak Mantan PM Hariri Dikembalikan ke Negaranya).

Mundurnya Saad Hariri dilakukan di Arab Saudi pada Sabtu 4 November. Langkah ini disebut-sebut dilakukan usai dirinya berkoordinasi dengan Riyadh, yang menganggap Iran sebagai rival utama di seantero Timur Tengah.

Arab Saudi dituduh mempengaruhi Hariri untuk mundur, karena menyertakan Hizbullah,-yang didukung Iran,- dalam pemerintahan koalisinya. Namun Riyadh mengatakan bahwa Hariri adalah seorang yang 

bebas tanpa terpengaruh dan dia memutuskan untuk mengundurkan diri karena kelompok Hizbullah, sedang menyerang pemerintahannya.



(FJR)