Militer Israel Tembak Mati Remaja Palestina di Tepi Barat

Arpan Rahman    •    Kamis, 04 Jan 2018 14:59 WIB
palestina israel
Militer Israel Tembak Mati Remaja Palestina di Tepi Barat
Militer Israel masih terus melakukan penyerangan terhadap warga Palestina (Foto: AFP).

Ramallah: Pasukan Israel telah menembak mati seorang remaja Palestina di pinggiran utara kota Ramallah, Tepi Barat. Ini adalah kematian pertama warga Palestina di tangan pihak Israel pada 2018.
 
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi anak laki-laki berusia 17 tahun itu sebagai Musab Firas al-Tamimi dari Desa Deir Nitham, di mana penembakan terjadi Rabu 3 Januari 2018.
 
"Dia meninggal tak lama setelah pasukan pendudukan menembakkan peluru ke lehernya," Maria Aqraa, juru bicara kementerian, mengatakan kepada Al Jazeera, Kamis 4 Januari 2018.
 
"Dia dipindahkan ke rumah sakit di Ramallah dan dia meninggal beberapa menit kemudian," tambahnya.
 
Aqraa mengatakan Musab ditembak saat terjadi konfrontasi dengan tentara Israel. Menurut situs berita Times of Israel, tentara Israel mengatakan bahwa Musab 'tampaknya memegang pistol', namun "tidak segera dikonfirmasikan bahwa al-Tamimi telah mempersenjatai dirinya pada saat penembakan tersebut".
 
Seorang juru bicara tentara dilaporkan mengatakan kepada situs web bahwa musabab pembunuhan Musab sedang diselidiki.
 
Dunia hanya menyaksikan diam-diam
 
Musab adalah anggota keluarga Tamimi, yang tinggal di desa Nabi Saleh yang berdekatan lokasi di mana seorang aktivis remaja terkemuka ditangkap pada 19 Desember.
 
Ahed Tamimi telah difilmkan saat menampar seorang tentara yang berdiri di luar rumahnya, setelah pasukan Israel menembak sepupunya berusia 15 tahun di hadapannya dengan sebuah peluru karet.
 
Keluarga tersebut dianiaya bertahun-tahun oleh tentara Israel yang sudah menahan dan membunuh beberapa dari mereka. Insiden itu terjadi selama demonstrasi mingguan di desa yang tidak bersenjata melawan pencurian tanah mereka bagi pemukiman Yahudi ilegal di dekatnya, Halamish.
 
Ayah Musab, Firas, mengatakan bahwa tentara Israel telah memprovokasi penduduk kedua desa tersebut selama berbulan-bulan dari sekarang.
 
Dia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tentara Israel menggerebek Deir Nitham sekitar pukul 08:00 waktu setempat pada Rabu. Kemudian anak laki-laki dari desa tersebut keluar untuk menghadapi mereka.
 
"Tentara pendudukan telah menyerang baik Deir Nitham dan Nabi Saleh, siang dan malam. Mereka masuk, membuat amarah penduduk, menyerang rumah kita pada malam hari dan melemparkan bom-bom di jalan. Inilah kenyataan kita setiap hari," kata Firas.
 
"Kita tidak bisa diam dan terus berpangku tangan, tidak ada yang mendengarkan kita -- tidak ada yang merasakan sakit yang kita alami. Dunia hanya menyaksikan diam-diam," sambungnya seperti dilansir Al Jazeera.
 
Sejak 6 Desember, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, 16 warga Palestina sudah dibunuh oleh tentara Israel sebagian besar selama demonstrasi menentang keputusan Washington.
 
Pembunuhan Musab, yang tidak terkait dengan demonstrasi menentang Trump, membuat dia menjadi orang Palestina pertama yang ditembak mati oleh pasukan Israel pada tahun 2018.

 

 
(FJR)