Liga Arab Kecam Pembunuhan Mantan Presiden Yaman oleh Houthi

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 05 Dec 2017 17:26 WIB
konflik yaman
Liga Arab Kecam Pembunuhan Mantan Presiden Yaman oleh Houthi
Liga Arab mengecam pembunuhan mantan Presiden Yaman oleh pemberontak Houthi (Foto: AFP).

Kairo: Ketua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, mengatakan koalisinya mengecam keras pembunuhan mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh yang dilakukan pemberontak Houthi. Menurut dia, para pemberontak menunjukkan 'sifat kriminal' mereka.
 
Ahmed menyebutkan bahwa pembunuhan Saleh dilakukan saat dia melarikan diri dari ibu kota Sanaa pada Senin kemarin. Dengan pembbunuhan tersebut, pemberontak mengancam akan adanya ledakan situasi keamanan di negara dilanda perang tersebut.
 
 
"Pembunuhan Saleh dan bagaimana hal itu dilakukan mengungkapkan pada semua orang mengenai sifat kriminal dari para militan. Ini adalah alasan utama kehancuran negara tersebut," ujarnya, seperti dilansir dari laman AFP, Selasa, 5 Desember 2017.
 
Pemberontak Houthi sendiri menuturkan bahwa pembunuhan Saleh yang mereka lakukan merupakan kejadian luar biasa dan bersejarah. Pemimpin gerakan milisi Houthi, Abdulmalik al-Houthi, menyerukan bahwa kematian Saleh merupakan hal yang diinginkan Tuhan.
 
Saleh dikabarkan tewas oleh tembakan jarak jauh. Dari keterangan sejumlah sumber dari Kongres Rakyat Umum mengatakan, mantan presiden itu baru saja memutuskan memihak sekutu pimpinan Arab Saudi dalam perang Yaman.
 
 
Pasukan Saleh, yang pada awalnya merupakan sekutu Houthi, terus terdesak oleh kelompok milisi tersebut pada hari keenam perang dalam kota yang menewaskan sedikitnya 125 orang dan meluakai 238 lainnya, demikian data dari Komite Internasional Palang Merah.
 
PBB sendiri mendesak agar perang dihentikan sementara demi tujuan kemanusiaan pada jam 10.00 sampai 16.00 waktu setempat, agar para warga sipil bisa mencari perlindungan.



(FJR)