Perdamaian Suriah, Masih Ada Upaya Dilakukan antara AS-Rusia

Sonya Michaella    •    Selasa, 06 Sep 2016 12:56 WIB
krisis suriah
Perdamaian Suriah, Masih Ada Upaya Dilakukan antara AS-Rusia
Dubes Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin menanggapi tak tercapainya kesepakatan apapun dalam perbincangan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) tentang perdamaian Suriah.
 
Di sela-sela KTT G20 di Hangzhou, Tiongkok, Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden AS, Barack Obama bertemu untuk membicarakan tentang keadaan Suriah yang dinilai semakin parah.
 
"Situasinya saat ini adalah bukan berarti tak ada kesepakatan. Namun menurut saya, ada upaya yang masih berjalan," ujar Dubes Galuzin kepada Metrotvnews.com, di Kantor Radio RRI, Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2016).
 
Ia juga mengatakan bahwa Putin telah menegaskan bahwa akan ada pembicaraan lanjutan antara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry.
 
"Para pemimpin dua negara (Putin dan Obama) mendiskusikan bagaimana untuk bekerja sama dalam membangun kedamaian di Suriah," lanjutnya.
 
Ia menekankan kembali bahwa masih adanya progres yang berjalan dalam pembicaraan di sela-sela KTT tersebut.
 
"Masih ada upaya. Menyelesaikan konflik di Suriah bukan hal yang mudah. Kami sangat mengerti situasi yang sedang terjadi," tegasnya kembali.
 
Sebelumnya pada Minggu 4 September, kedua kubu terlihat akan menyepakati perjanjian. Isi perjanjian di antaranya penyaluran bantuan ke Aleppo dan penghentian sementara serangan udara Rusia dan Suriah. Namun pada akhirnya, kesepakatan itu tak pernah tercapai. 
 
Seperti dikutip AFP, AS menuduh Rusia kembali mengkaji beberapa isu yang sudah disepakati sebelumnya. AS menolak membahas kembali masalah-masalah yang sudah disepakati. 
 
Sejumlah pihak menilai dialog kedua kubu dipengaruhi perkembangan terbaru dalam konflik Suriah, yang telah menewaskan sekitar 300 ribu orang dan membuat jutaan lainnya melarikan diri. 



(FJR)