Ribuan Warga Berduyun-duyun Tinggalkan Aleppo Timur

Arpan Rahman    •    Senin, 28 Nov 2016 15:20 WIB
krisis suriah
Ribuan Warga Berduyun-duyun Tinggalkan Aleppo Timur
Warga melarikan diri dari Aleppo timur ke distrik Sheikh Maksoud, 27 November 2016. (Foto: AFP/GEORGE OURFALIAN)

Metrotvnews.com, Aleppo: Ribuan warga sipil telah berduyun-duyun meninggalkan distrik Aleppo timur yang dikuasai pemberontak, manakala tentara Suriah terus melancarkan serangan demi mengambil kontrol sepenuhnya atas kota ini.

Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights mengatakan, sebanyak 10.000 warga melarikan diri ke wilayah barat yang dikuasai pemerintah dan ke distrik utara yang dikendalikan suku Kurdi.

Media pemerintah Suriah menyebut angka lebih dari 1.500, sementara pihak Rusia mengatakan bahwa 2.500 warga sipil telah mengungsi. Tentara ingin membelah wilayah timur yang dikuasai pemberontak, setelah merebut beberapa distrik.

Menurut BBC, Senin (28/11/2016), sulit mendapatkan gambaran jelas tentang bagaimana peristiwa itu berlangsung di Aleppo timur, tapi dapat melaporkan bahwa pasukan pemerintah telah membuat terobosan ke kawasan Sakhour. menurut kantor berita Reuters, tentara telah mengambil alih distrik Holok, 

Pasukan pemerintah juga telah merebut Baadeen, Jabal Badra, Inzarat, al-Sakan, al-Shaabi dan Ain al-Tall. Tentara telah menguasai distrik Masaken Hanano, Sabtu 26 November.

Seorang anak berusia tujuh tahun, Bana Alabed, yang telah mengumpulkan ribuan pengikut Twitter dengan tweet-nya dari Aleppo, mengatakan bahwa rumahnya di timur kota itu telah dibom.



Dia menulis tweet beberapa jam sebelumnya: "Pesan terakhir -- di bawah pengeboman berat sekarang, mungkin tidak bisa hidup lagi. Ketika kami mati, teruslah bersuara untuk 200.000 orang yang masih hidup di kota ini. Selamat tinggal, Fatemah."

"Hari Ahad adalah hari terburuk yang pernah terjadi di Aleppo karena pengeboman," kata Ismail, seorang relawan organisasi pertahanan sipil non-pemerintah White Helmets di Aleppo timur, kepada BBC. 

Ismail mengatakan lebih dari 20 orang tewas, seraya menambahkan: "Aku takut, benar-benar takut apa yang akan terjadi besok."

Sebanyak 250.000 penduduk diyakini masih terperangkap di timur Aleppo, di mana makanan dan obat-obatan telah disalurkan tapi habis. Serangan tentara Suriah demi merebut kembali bagian timur Aleppo sekarang memasuki hari ke-14.

"Sekitar 225 warga sipil, termasuk 27 anak-anak, telah tewas dalam serangan itu sejauh ini," kata sumber Observatory.

Merebut kembali seluruh Aleppo akan menjadi kemenangan besar bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad setelah lima tahun perang saudara.

Pernah jadi pusat komersial dan industri Suriah, Aleppo telah terpecah dua sejak 2012. Pemerintah mengendalikan kawasan barat dan pemberontak di timur.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA