Penembak Jitu Irak Lacak Jejak Militan ISIS di Mosul

Arpan Rahman    •    Rabu, 19 Apr 2017 19:07 WIB
isis
Penembak Jitu Irak Lacak Jejak Militan ISIS di Mosul
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Mosul: Beberapa ratus meter dari masjid ikonik di Mosul barat, sniper Irak Salah al-Zuheiri telah mengincar sasaran di lingkungan sekitarnya saat ia memburu militan dari kelompok Islamic State (ISIS).
 
Pasukan Irak berjuang merebut kembali Mosul dari ISIS, sesudah kelompok militan tersebut menyerbu kota itu pada 2014 dan pemimpinnya memproklamirkan "khilafah" dari masjid di Kota Tua-nya.
 
"Anggota ISIS sudah dalam bidikan. Kami melacak mereka siang dan malam," kata Zuheiri, seorang penembak jitu dari kepolisian federal Irak, yang telah mengambil posisi siaga sekitar 300 meter dari Masjid Al-Nuri.
 
Di dalam ruang yang gelap pada sebuah bangunan berlantai empat, yang berhasil direbut kembali dari militan, Zuheiri mencoba untuk meletakkan senapannya tepat di atas tumpukan karung pasir.
 
Sebuah peta lingkungan sekitarnya, dengan jalur digaris warna merah, tergantung di dinding di depannya.
 
Zuheiri dan beberapa rekannya tetap di posisi yang sama hingga 12 jam sehari, katanya, selama dua pekan berturut-turut.
 
"Mereka mendapatkan makanan tiga kali sehari. Dan meninggalkan posisi mereka hanya jika benar-benar diperlukan, seperti kalau ingin pergi ke kamar mandi," imbuhnya.
 
"Kami membunuh antara tiga sampai lima militan sehari," katanya, seperti dilansir Times Live, Rabu 19 April 2017.
 
Di dekatnya, Murtada al-Lami tengkurap bertelekan pada perutnya, ujung laras senapannya menonjol keluar melalui lubang kecil di dinding ke arah Masjid Al-Nuri yang berdekatan dengan "Hadba", sebuah menara miring yang telah lama dikenal sebagai ikon Mosul paling termasyhur.
 
Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi membuat satu-satunya penampilan publik di masjid itu pada Juli 2014 untuk memproklamirkan "khalifah" gadungan di antara kawasan Irak dan negeri tetangga Suriah.
 
Demi membantu para penembak jitu menemukan target mereka, di lokasi terdekat tentara Irak bergiliran melacak gerakan pejuang ISIS melalui teropong. Dan di layar, para anggota dari unit survei khusus termal mengirim rekaman dari pesawat yang terbang di atas kota.
 
"Kami yang memutuskan untuk menembak atau tidak. Kami juga memiliki teropong termal, tapi kami mencocokkan data dengan rekan-rekan kami demi menghindari kesalahan," kata Lami.
 
Seorang perwira dalam kelompoknya, yang meminta dianonimkan, mengatakan penembak jitu baru-baru ini menewaskan seorang amir ISIS, atau pemimpin, di Mosul barat.
 
"Penembak jitu kami membunuh seorang amir ISIS di tepi barat, menciptakan kegalauan di Kota Tua," katanya, mengacu pada tepi barat Sungai Tigris, yang membelah kota.
 
Khawatir serangan udara, para militan yang melayat ke pemakaman pemimpin bersenjata, kata sang perwira, "memaksa penduduk sipil yang hadir melayat untuk bertindak sebagai perisai manusia".
 
Kehadiran warga sipil di Kota Tua merupakan kendala utama bagi pasukan Irak berjuang menguasai kembali Mosul barat setelah merebut sisi timur pada Januari.
 
PBB mengatakan, sekitar 600 ribu warga sipil tetap tinggal di beberapa daerah yang diduduki ISIS, yang meliputi dua pertiga bagian dari Kota Tua, jejaring berliku lorong-lorong sempit.
 
Sewaktu kendaraan militer tidak bisa maju di pusat kota bersejarah, bulan lalu, Jenderal Raed Shakir Jawdat mengatakan, puluhan penembak jitu telah dikerahkan di atap demi melindungi gerak maju pasukan. Tapi ISIS juga memiliki penembak jitu sendiri.
 
"Beberapa hari yang lalu militan menembaki saya, tapi tembakannya hanya mengenai dinding di belakang saya. Saya mengunci posisinya dan menembaknya dengan cepat," pungkas Zuheiri.



(FJR)