Hizbullah Klaim Memenangkan Perang di Suriah

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 13 Sep 2017 00:48 WIB
suriah membara
Hizbullah Klaim Memenangkan Perang di Suriah
Kepala Hizbullah Hassan Nasrallah muncul dalam layar besar di hadapan ratusan pendukungnya di Beirut, Lebanon, 16 Februari 2016. (Foto: AFP Photo/Anwar Amr)

Metrotvnews.com, Beirut: Hizbullah mengklaim memenangkan perang di Suriah. Kelompok paramiliter asal Lebanon itu menganggap pertempuran di beberapa wilayah Suriah sebagai 'pertempuran kecil eceran'.

Pernyataan pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrullah itu adalah penilaian paling percaya diri, yang dikeluarkan kubu pendukung pemerintah Suriah. Mereka mendapatkan kembali sebagian besar wilayah di kawasan timur, yang sempat dikuasai ISIS.

Dengan merujuk pada musuh Presiden Suriah Bashar al Assad, Nasrullah mengatakan, upaya pihak lain gagal, sehingga akhirnya mereka memilih jalan perundingan untuk mendapatkan keuntungan kecil.

"Kami menang perang di Suriah. Yang tersisa saat ini adalah pertempuran kecil, yang tidak tergalang," kata Nasrullah, pemimpin organisasi itu, sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa 12 September 2017.

Dengan dukungan Rusia dan Iran, Bashar telah berhasil menghancurkan basis-basis wilayah gerilyawan di sejumlah kota bagian barat Suriah di Aleppo, Homs, dan Damaskus sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, gencatan senjata yang diprakarsai oleh Rusia, Turki, Iran, dan Amerika Serikat di sejumlah wilayah yang masih dikuasai gerilyawan oposisi di kawasan barat Suriah telah mengurangi tekanan bagi tentara pemerintah. Mereka kini bisa fokus maju ke arena pertempuran di provinsi kaya minyak, Deir al-Zor.

Upaya pembebasan provinsi Deir al Zor, yang tampak tidak mungkin dilakukan dua tahun lalu saat posisi Bashar masih lemah, membuat kubu pemerintah semakin percaya diri. Situasi ini juga menciptakan dilema bagi negara-negara Barat yang masih ingin agar Bashar mundur sebagai presiden dan merundingankan transisi.

Pasukan pemerintah pada pekan lalu berhasil maju ke kota Deir al Zor, ibu kota provinsi dengan nama yang sama yang terletak di dekat Sungai Eufrat, dan memecah kepungan IS di sebuah pangkalan udara.

Dalam pidato disiarkan televisi pada bulan lalu, Bashar mengatakan, sudah muncul tanda-tanda kemenangan perang, namun pertempuran masih berlanjut. Di sisi lain, milisi yang mendapatkan dukungan Amerika Serikat, bernama Syrian Democratic Forces (SDF), dalam beberapa hari terakhir melancarkan serangan terhadap ISIS di provinsi Deir al Zor.

SDF, yang banyak diisi petempur Kurdi YPG, juga melakukan pertempuran untuk merebut kota Raqqa dari ISIS. SDF selama ini menghindari benturan langsung dengan pasukan pemerintah.


(AZF)