Dua Orang Ditangkap di Tunisia atas Rencana Serangan Biologis

Arpan Rahman    •    Sabtu, 04 Aug 2018 15:07 WIB
terorismejermantunisia
Dua Orang Ditangkap di Tunisia atas Rencana Serangan Biologis
Dua petugas keamanan Tunisia berpatroli di area pantai. (Foto: AFP)

Tunis: Dua orang ditangkap di Tunisia atas percobaan aksi teror di Jerman yang melibatkan racun biologis risin serta sebuah bom.

Otoritas anti-teror Tunisia telah mengidentifikasi dua orang yang "berhubungan erat" dengan seorang pria yang dicurigai merencanakan serangan di Jerman.

Kepolisian Cologne telah menangkap pria berusia 29 tahun, warga Tunisia yang hanya dikenal sebagai Sief Allah H, pada Juni lalu. Penangkapan dilakukan usai penggerebekan di sebuah apartemen tempat ditemukannya risin.

Dilansir dari Independent, Sabtu 4 Agustus 2018, Kementerian Dalam Negeri Tunisia menyebut orang pertama dari dua tersangka teror itu berusaha bergabung dengan kelompok militan di Suriah. Tetapi ia mengalihkan perhatiannya ke Jerman setelah rencana awalnya berakhir gagal.

Pria itu dituduh melakukan kontak dengan tersangka yang ditangkap di Cologne. Kala itu, keduanya sepakat melakukan serangan Kteror di Tunisia dan Jerman dengan menggunakan bom konvensional.

Pihak berwenang di Tunis mengatakan pria kedua ditahan karena dicurigai membuat dokumen perjalanan palsu. Surat-surat itu dimaksudkan untuk membantu Sief Allah H melarikan diri dari Jerman dan melakukan perjalanan ke Eropa.

Kedua pria yang ditangkap di Tunisia itu sudah dirujuk ke kantor kejaksaan umum.

Polisi menangkap Sief Allah H dan istrinya menyusul penggerebekan pada Juni. Menurut pihak berwenang Jerman, mereka meyakini telah berhasil menggagalkan aksi teror.

Sejumlah risin ditemukan di properti itu, yang diyakini mampu membunuh hingga 1.000 orang.

Risin, terbuat dari biji jarak, adalah racun yang 6.000 kali lebih kuat dari sianida. Dosis setara dua kantung garam dapat membunuh manusia dewasa dalam waktu kurang dari 48 jam.

Sejauh ini belum ada obat penawar risin.

Racun ini terkenal digunakan dalam pembunuhan warga Bulgaria, Georgi Markov, di London pada 1978. Ia meninggal usai dosis kecil ricin ditusukkan ke tubuhnya dari sebuah ujung payung.


(WIL)