Serangan Ekstremis di Mali Tewaskan 20 Warga Sipil

Willy Haryono    •    Senin, 28 May 2018 16:13 WIB
konflik mali
Serangan Ekstremis di Mali Tewaskan 20 Warga Sipil
Prajurit Mali berpatroli di kota Menaka, 9 Mei 2018. (Foto: AFP/SEBASTIEN RIEUSSEC)

Talataye: Serangan ekstremis di wilayah Mali yang berbatasan dengan Niger menewaskan sedikitnya 20 warga sipil, Minggu 27 Mei 2018 malam waktu setempat.

Kematian terjadi setelah lebih dari 100 orang, sebagian besarnya warga sipil, tewas dalam serangkaian bentrokan antar grup bersenjata di wilayah timur laut.

Seorang pejabat lokal di Talataye -- kota tempat terjadinya serangan -- mengatakan bahwa para ekstremis datang dengan tiga kendaraan dan satu sepeda motor.

"Mereka menembaki sekelompok orang yang sedang beristirahat di bawah pohon. Lima orang tewas di tempat, dan dua lainnya terluka," ujar Khalil Toure, seorang guru lokal, seperti dilansir dari AFP.

Sejumlah ekstremis juga meningkatkan aktivitas mereka di wilayah pusat Mali dalam beberapa bulan terakhir. Mereka sering menargetkan pasukan keamanan lokal dan asing, namun tak jarang berujung tewasnya warga sipil.

Prancis mengerahkan kekuatan militer ke Mali pada 2013 untuk membantu pemerintah lokal mengusir sejumlah ekstremis terafiliasi al-Qaeda.

Namun masih banyak wilayah di Mali yang masih rentan dilanda kekerasan meski adanya perjanjian damai antar dua kelompok etnis Fulani dan Tuareg.

Kekerasan di Mali juga kerap merembet ke Burkina Faso dan Niger. Militer Prancis mengatakan kelompok ekstremis Islamic State in the Greater Sahara (ISGS) menggunakan Mali sebagai tempat perlindungan.


(WIL)