KJRI Jeddah Upayakan Pangkas Masa Tunggu Jemaah Haji Indonesia

Sonya Michaella    •    Kamis, 03 May 2018 10:59 WIB
tkiperlindungan wni
KJRI Jeddah Upayakan Pangkas Masa Tunggu Jemaah Haji Indonesia
Jemaah haji Indonesia yang hendak berangkat ke Arafah (Foto: MI).

Jeddah: KJRI Jeddah berinisiatif untuk memangkas masa tunggu jemaah haji Indonesia di bandara Arab Saudi. Masa tunggu tersebut dinilai terlalu lama saat menunggu proses keimigrasian saat kedatangan dan kepulangan ibadah haji.
 
Konjen RI untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin pun langsung menemui Dirjen Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk Provinsi Mekkah untuk membahas penyederhanaan sistem tersebut.
 
Sejumlah rencana dan kemungkinan penjajakan kerja sama dibicarakan, termasuk kerja sama dengan perusahaan jasa teknologi informasi TasHeel Information Technology, yang dipercaya untuk melakukan perekaman biometrik dan pengumpulan data jemaah haji dan mengintegrasikannya ke dalam sistem keimigrasian Arab Saudi.
 
"Kami meminta konfirmasi sekaligus mendorong agar kebijakan penyederhanaan pelayanan bandara bisa diberlakukan tahun ini, sehingga jemaah haji Indonesia yang berjumlah 221 ribu orang  dapat memperoleh pelayanan (keimigrasian) yang cepat. Jadi tidak perlu menunggu lama di bandara," kata Hery, dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Kamis 3 Mei 2018.
 
Penyederhanaan sistem imigrasi untuk jemaah haji Indonesia ini akan diterapkan di dua bandara utama Arab Saudi yakni Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Mekkah.
 
Perubahan sistem imigrasi agar lebih cepat dan ringkas ini juga akan berlaku bagi jemaah haji dari negara-negara yang memiliki jumlah jemaah di atas empat ribu orang per tahunnya.
 
Pengumpulan data dan biometrik jemaah haji dari 27 negara dilaksanakan oleh Perusahaan Tasheel di negara-negara asal jemaah haji.
 
Sementara, 20 negara lainnya pengumpulan data dan perekaman biometrik jemaahnya diproses di Kedutaan Besar Arab Saudi negara asal.


(FJR)