Houthi Ledakkan Rumah Mantan Presiden Yaman

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 05 Dec 2017 00:33 WIB
konflik yamanyaman
Houthi Ledakkan Rumah Mantan Presiden Yaman
Para pendukung Houthi berkumpul mendengar pidato pemimpin mereka Abdul-Malik al-Houthi (Foto: AFP).

Sanaa: Pasukan pemberontak Houthi, sekutu Iran, meledakkan rumah mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh di Sanaa. Serangan ini buntut dari pemutusan hubungan antara Saleh dan kelompok Houthi di tengah peperangan dengan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Warga Sanaa memastikan peledakan rumah saleh dilakukan kelompok Houthi. Sebelum peledakan, warga Sanaa melaporkan terjadi pertempuran sengit.

Sementara, saksi mata menyebut serangan koalisi udara menghantam posisi Houthi dalam upaya nyata untuk menopang pasukan Saleh. Pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi meledakkan lokasi kelompok Houthi di hari kedua sebagai bentuk dukungannya terhadap Saleh.

Operasi militer udara yang dipimpin Saudi, didukung Amerika Serikat serta intelijen negara barat lainnya, telah menewaskan ratusan warga sipil. Namun, koalisi gagal menjamin setiap operasi militer yang hampir berusia tiga tahun itu bisa memulihkan kekuasaan presiden Yaman yang diakui secara internasional, Abd- Rabbu Mansour Hadi.

Kaum loyalis Saleh kalah di hari keenam pertempuran dengan Houthi. Komite Palang Merah Internasional menyebut, tiga rumah sakit melaporkan sedikitnya 125 orang tewas dan 238 lainnya luka-luka selama enam hari pertempuran.

"Kami membantu rumah sakit utama di Sanaa yang sangat membutuhkan peralatan untuk pertolongan luka perang," ujar juru bicara Komite Palang Merah Internasional, Iolanda Jaquemet, di Jenewa dilansir dari Reuters, Selasa 5 Desember 2017.
 
"Kami juga akan menyumbangkan kantong jenazah ke rumah sakit yang sebenarnya dibutuhkan dan berharap bisa menyumbangkan bahan bakar ke rumah sakit utama karena mereka bergantung pada generator," lanjut dia.

Kondisi Ibu Kota Yaman mencekam. Akibatnya, Komite Palang Merah Internasional memindahkan 13 staf internasional ke Djibouti dari Sanaa. 

Baca: Mantan Presiden Yaman Tewas Dibunuh Pemberontak Houthi


(AGA)