Gadis Penampar Tentara Israel Didakwa Pasal Penyerangan

Arpan Rahman    •    Selasa, 02 Jan 2018 12:42 WIB
israel palestinapalestina israel
Gadis Penampar Tentara Israel Didakwa Pasal Penyerangan
Ahed Tamimi di sebuah pengadilan militer di desa Betunia, Tepi Barat, Senin 1 Januari 2018. (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)

Tepi Barat: Gadis Palestina berusia 16 tahun yang ditangkap usai menampar seorang tentara Israel di Tepi Barat dijerat pasal penyerangan dan penghasutan. Dakwaan dijatuhkan hakim di sebuah pengadilan militer di desa Betunia, Tepi Barat, Senin 1 Januari 2018. 

Video yang memperlihatkan Ahed Tamimi -- viral di media sosial sejak dua pekan lalu -- memicu reaksi berseberangan dari pihak Israel dan Palestina. 

Ayah Ahed, Bassem, menyebutnya proses peradilan terhadap putrinya bernuansa "politik." Ia mengatakan Israel sengaja mengangkat beberapa kejadian di masa lalu demi "membenarkan penangkapannya."

Ibu Ahed, Nariman Tamimi, yang diduga menyiarkan kejadian penangkapan putrinya di media sosial, juga dituduh melakukan penghasutan dan penyerangan.

Rekaman dalam video memperlihatkan Ahed, Nariman dan sepupunya, Nur Tamimi, yang menghadapi seorang tentara Israel di Tepi Barat. Keberanian Ahed membuatnya dianggap pahlawan oleh masyarakat Palestina. 

Baca: Israel kembali Perpanjang Penahanan Remaja Penampar Tentara

Dalam sidang dakwaan, seperti dikutip Guardian, Ahed disebut telah mendorong sejumlah tentara dan mengatakan kepada mereka, "Keluar dari sini, atau saya akan memukulmu." Setelah itu, Ahed menendang dan menampar mereka. 

Ahed dan ibunya didakwa terkait kejadian tersebut dan juga karena menyiarkan peristiwanya via medsos.

Menurut jaksa, Ahed mengatakan dia ingin "semua orang berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut," sehingga hal itu dianggap sebagai menghasut dan mendorong orang lain untuk berbuat kekerasan.

Sebelumnya, Ahed pernah beberapa kali terlibat dalam sejumlah konfrontasi dengan pasukan keamanan. Israel pun menuduh keluarga Tamimi menggunakan remaja tersebut sebagai pion untuk memprovokasi.

Namun masyarakat Palestina menegaskan, Tamimi hanya melakukan perlawanan sah atas pendudukan Israel di tanah kelahirannya.

 


(WIL)