Beruang Kutub 'Tropis' Singapura Dibunuh secara Manusiawi

Willy Haryono    •    Rabu, 25 Apr 2018 15:05 WIB
singapura
Beruang Kutub 'Tropis' Singapura Dibunuh secara Manusiawi
Inuka saat perayaan ulang tahun ke-25 di Kebun Binatang Singapura, 16 Desember 2015. (Foto: AFP/MOHD FYROL)

Singapura: Inuka, beruang kutub pertama yang lahir di iklim tropis, disuntik mati pada Rabu 25 April 2018, setelah kesehatannya terus menurun dalam beberapa bulan terakhir. 

Beruang tersebut, yang namanya diambil dari bahasa Inuit, telah mencapai usia 27 tahun atau setara 70 tahun di skala umur manusia. 

Lahir di Kebun Binatang Singapura, Inuka populer di kalangan pengunjung yang senang melihat tingkah lakunya yang menggemaskan. 

Namun dalam beberapa tahun terakhir, Inuka menderita beragam penyakit terkait usia tua, termasuk arthritis. Pemeriksaan pada awal bulan ini menunjukkan kesehatannya menurun drastis. 

Kaki-kakinya yang mulai lemah kesulitan menyokong berat tubuh. Inuka juga kemudian mengalami luka di bagian cakar dan perut. 

Setelah pemeriksaan akhir, tim dokter hewan menyatakan kesehatan Inuka tidak kunjung membaik meski sudah dirawat intensif. Mereka pun memutuskan tidak akan menyadarkan kembali Inuka dari bius total yang telah diberikan. 

Menurut pihak Kebun Binatang Singapura, ini adalah cara paling manusiawi dalam mengakhiri hidup Inuka.

"Warga Singapura mengenal Inuka sejak dia masih anak beruang, dan mereka melihatnya tumbuh berkembang," ujar Mohan Ponichamy, salah satu penjaga kandang, seperti dikutip AFP.

"Merupakan kehormatan bisa menjadi penjaganya. Meski sulit, tidak adil rasanya jika kami memperpanjang penderitaannya," lanjut dia. 

Sejak lima tahun terakhir, Inuka telah dimasukkan dalam "program senior" di Kebun Binatang Singapura. Program ini didesain untuk membantu hewan-hewan mengatasi efek penuaan. 

Inuka lahir pada 26 Desember 1990. Ayahnya, Nanook, ditangkap di alam liar dan berasal dari Kanada. Sementara ibunya, Sheeba, datang dari kebun binatang Jerman.

Kematian Inuka merupakan penanda berakhirnya sebuah era di Kebun Binatang Singapura, yang mengaku tidak akan lagi memelihara beruang kutub. 

Menurut data WWF, saat ini ada sekitar 22 ribu beruang kutub di alam liar. Mereka biasanya ditemukan di daerah beriklim dingin seperti Greenland, beberapa bagian Kanada dan Rusia. 

Sementara Singapura, dimana temperatur siang hari jarang turun di bawah 25 derajat Celcius, adalah tempat tak biasa bagi beruang kutub.


(WIL)