Gerombolan 'Hiu' Tuntut Hentikan Penjualan Sirip

Arpan Rahman    •    Sabtu, 10 Jun 2017 20:11 WIB
peristiwa unik
Gerombolan 'Hiu' Tuntut Hentikan Penjualan Sirip
Demonstrasi menuntut dihentikan penjualan sirip hiu di Hong Kong (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Hong Kong: Kumpulan pengunjuk rasa mengenakan kostum hiu dengan sirip yang dipotong berkeliling sebuah restoran terkenal di samping pelabuhan Hong Kong, pada Sabtu 10 Juni 2017. Mereka menuntut dihentikannya penjualan sirip ikan hiu, terutama dari spesies terancam, seperti hiu paus.
 
Demonstran berteriak dan melambaikan plakat saat mereka mendekati Maxims Palace di wilayah kekuasaan China itu. Resto tersebut setengah dimiliki oleh satu unit konglomerat Jardine Matheson Group. Dan saat didemo lagi dipenuhi orang-orang yang makan dim sum. Namun polisi menahan para pendemo tetap berada di luar.
 
"Berhenti menjual," teriak kerumunan sekitar 70 orang dewasa dan anak-anak, beberapa di antaranya memegang plakat yang bertuliskan, "Maxims, berhenti menjual sirip hiu yang terancam punah 'atas pesanan.'"
 
Jardines, yang beroperasi di bidang industri dari hotel mewah hingga pertambangan dan transportasi, mengendalikan Dairy Farm International Holdings, yang memiliki 50 persen saham di Maxims.
 
Dalam email ke Reuters, Maxims mengatakan telah memotong volume sirip ikan hiu yang dijual di restorannya lebih dari setengah dalam enam tahun terakhir, dan hanya menjual produk dari spesies hiu biru.
 
Koordinator demo WildAid, sebuah kelompok konservasi, merilis sebuah klip daring yang menunjukkan Maxims menyajikan sirip ikan hiu dari hiu paus atau basking untuk perjamuan 200 orang.
 
Reuters tidak bisa memverifikasi klipnya secara independen.
 
Komentar di klip itu tidak benar, kata Maxims dalam pernyataan emailnya, menambahkan bahwa produk tersebut tidak menawarkan produk sirip dari spesies yang terancam punah.
 
Upaya para aktivis telah membantu mencapai potongan sirip ikan hiu yang hampir 40 persen memasuki bekas koloni Inggris selama 5 tahun terakhir. Namun pasokan ilegal telah meningkat baru-baru ini.


Demonstrasi menentang penjualan sirip ikan hiu (Foto: Reuters).
 
Penyitaan sirip pemerintah melampaui 1.400 kilogram tahun ini, data resmi menunjukkan. Sirip ikan hiu adalah simbol status bagi banyak orang China, sangat berharga sebagai makanan dan dikonsumsi dengan sup mirip jelly.
 
Restoran di seluruh China menyajikannya di jamuan makan tradisional, meskipun ada tindakan keras pada 2014 oleh Presiden Xi Jinping tentang pemborosan dan larangan untuk melayani makanan lezat pada jamuan resmi.
 
Hong Kong mengizinkan impor sirip ikan hiu, namun spesies yang terdaftar dalam Konvensi Perdagangan Spesies Langka (CITES) PBB memerlukan izin.
 
Dengan lebih dari 70 juta hiu yang dibantai setiap tahun, lebih dari seperempat spesies telah terdesak, kata WWF.
 
Aktivis menyerang budaya China, yang memiliki lebih dari 500 tahun sejarah konsumsi sirip ikan hiu, kata Ricky Leung, ketua Asosiasi Produk Kelautan Hong Kong.
 
"Importir Hong Kong cukup jujur ??tentang sirip hiu yang terancam punah," Leung, yang mengelola perusahaan makanan laut kering, mengatakan kepada Reuters.
 
"Mereka tidak mudah mengimpor barang-barang ilegal tapi sesekali pengiriman mengandung jenis spesies ini," cetusnya seperti dilansir Reuters, Sabtu 10 Juni 2017
 
Lebih banyak upaya konservasi diperlukan, kata Jo Cadman, salah satu dari mereka yang hadir dalam demonstrasi tersebut.
 
"Ini lebih dari sekedar budaya sekarang, ini tentang masa depan planet kita," pungkasnya.

(FJR)

Lebih Berbahaya Bepergian ke Eropa Daripada ke Suriah

Lebih Berbahaya Bepergian ke Eropa Daripada ke Suriah

39 minutes Ago

Serangan teror yang semakin meningkat di Benua Eropa beberapa tahun terakhir menjadi kekhawatiran…

BERITA LAINNYA