Kenya Larang Penggunaan Plastik, Melanggar Didenda Rp500 Juta

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 29 Aug 2017 18:06 WIB
peristiwa unikkenya
Kenya Larang Penggunaan Plastik, Melanggar Didenda Rp500 Juta
Seorang warga Kenya duduk di timbunan plastik (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Nairobi: Banyaknya sampah plastik yang bertebaran di Kenya membuat pemerintah melarang penggunaan plastik di salah satu negara Afrika tersebut.
 
Pemerintah Kenya juga menerapkan sanksi bagi mereka yang melanggar, yaitu membayar denda sebesar USD38 ribu atau setara dengan Rp500 juta. Dilansir dari laman BBC, Selasa, 29 Agustus 2017, pemerintah Kenya menyebutkan kebijakan ini diambil untuk membantu melindungi lingkungan di Benua Hitam tersebut.
 
Sayangnya, kebijakan pemerintah ini menjadi bumerang. Pasalnya, sebanyak 80 ribu pekerja di pabrik tas plastik akan kehilangan pekerjaan mereka. 
 
Pada Jumat lalu, pengadilan menolak tentangan atas kebijakan ini. Menurut mereka, setiap bulannya warga Kenya diperkirakan menggunakan 24 juta tas plastik.
 
Larangan penggunaan plastik di Kenya ini dipandang sebagai salah satu yang terberat di dunia. Per hari ini, pembeli akan diberi peringatan dan kantong plastik mereka akan disita.
 
Di tempat pembuangan sampah Kenya, tumpukan sampah plastik menggunung di setiap tempat. Sementara itu, penggunaan plastik juga mulai dihentikan di peternakan sapi Kenya. 
 
Sebanyak 20 lembar tas plastik digunakan untuk seekor sapi. Penghentian ini dilakukan karena menimbulkan kekhawatiran daging sapi terkontaminasi zat di plastik.
 
Menteri Lingkungan Hidup Kenya, Judi Wakhungu menuturkan bahwa kantong plastik tersebut membutuhkan waktu antara 20 hingga seribu tahun untuk bisa terurai.
 
"Kantong plastik dewasa ini merupakan tantangan terbesar bagi pengelolaan limbah padat di Kenya. Ini menjadi mimpi buruk lingkungan kita yang harus dihindarkan dengan segala cara," ucapnya.
 
Kenya bukan satu-satunya negara di Afrika yang memberlakukan larangan penggunaan plastik. Rwanda, Mauritania dna Eritrea menjadi pelopor pelarangan penggunaan plastik di Benua Hitam tersebut.



(FJR)