Emma Morano, Wanita Tertua di Dunia Tutup Usia

Willy Haryono    •    Minggu, 16 Apr 2017 10:04 WIB
peristiwa unik
Emma Morano, Wanita Tertua di Dunia Tutup Usia
Emma Morano, wanita tertua di dunia tutup usia di umur 117 di Italia, 15 April 2017. (Foto: AFP/Olivier Morin)

Metrotvnews.com, Verbania: Orang tertua di dunia, Emma Morano, meninggal dunia di rumahnya di Italia utara pada usia 117. 

Morano diyakini sebagai salah satu individu terakhir yang lahir di era 1800-an dan masih hidup hingga 2017, sebelum akhirnya tutup usia pada Sabtu 15 April.  

Dokter Carlo Bava mengatakan kepada Associated Press bahwa perawat Morano memberitahunya bahwa wanita tua itu meninggal dunia saat sedang duduk di kursi goyang di rumahnya di Verbania, Lake Maggiore, Italia, Sabtu 15 April 2017.

Satu hari sebelum meninggal, Morano mengucapkan kata-kata terakhir kepada Bava. "Dia berterima kasih dan memegang tangan saya," kata Bava.

Meski dalam beberapa pekan terakhir lebih banyak tidur dan sedikit bicara, Morano memakan menu hariannya berupa telur mentah dan biskuit. Bava, yang juga seorang warga Verbania, telah menjadi dokter Morano selama hampir seperempat abad. 

Lahir pada 29 November 1899, Morano tinggal di sebuah apartemen satu kamar, di mana dirinya ditemani seorang perawat dan dua keponakannya. 

"Dia tidak menderita. Saya senang dia tidak menderita, dan meninggal dunia dalam keadaan damai," tutur Bava. 

Bava menceritakan sekelumit kisah hidup pasiennya. Morano kehilangan seorang anak yang masih berusia enam bulan, dan ia kemudian meninggalkan suaminya karena mendapat kekerasan dalam rumah tangga. 

Saat itu, "dia meninggalkan suaminya di era fasisme, di mana wanita harus sangat submisif," ungkap Bava dalam wawancara pada 2015. Morano kemudian menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja di sebuah pabrik, kemudian hotel, dan terus aktif hingga usia pensiun. 

Dikenal sebagai wanita yang cepat membuat keputusan, Morano juga sering mengabaikan saran kesehatan. Beberapa dokter mengingatkannya untuk tidak mengonsumsi tiga telur mentah setiap hari, namun hal itu diabaikan Morano.


(WIL)