Ratusan Anjing Terabaikan Usai Jalur Balap di Macau Ditutup

Arpan Rahman    •    Selasa, 16 Jan 2018 20:24 WIB
peristiwa unik
Ratusan Anjing Terabaikan Usai Jalur Balap di Macau Ditutup
Anjing balap kerap nasibnya kerap terabaikan (Foto: AFP).

Macau: Penutupan jalur balap anjing greyhound di Macau menimbulkan kekhawatiran akan kehidupan ratusan anjing Australia yang diekspor.
 
Sekelompok aktivis hak-hak binatang melobi Pemerintah Macau agar menyelamatkan anjing pengganggu jenis bulldog ini dari Canidrome, Macau, yang kontroversial, atau dikenal dengan nama Yat Yuen, sebelum penutupan pada Juli.
 
Jalur balap ini terkenal dengan kondisi kejam dan tingkat kematiannya yang tinggi. Kelompok penyelamat mengatakan anjing dijaga dalam kondisi buruk di dalam kandang beton. Seringkali di tengah suhu terik, sementara menderita sakit kulit dan luka yang tidak diobati.
 
Kelompok penyayang hewan yang berbasis di Macau, Anima, mengatakan bahwa Australia secara tradisional menjadi pemasok utama bulldog ke Canidrome.
 
Anjing greyhound yang tidak dipelihara di Australia, sampai saat ini, secara teratur diekspor ke Macau demi mendapatkan keuntungan.
 
Presiden Anima, Albano Martins, mengatakan perkiraan terbaiknya adalah bahwa sekitar 650 greyhound masih berada di Canidrome, yang sebagian besar berasal dari Australia.
 
"Dalam 54 tahun Canidrome ini sekitar 360 greyhound per tahun dibeli terutama di New South Wales dan hanya delapan yang mendapat adopsi selama 54 tahun ini, setelah 2012, saat kami mulai melawan mereka," kata Martins kepada Guardian.
 
Anima telah bergabung dengan kelompok hak-hak hewan lainnya berjuang menyelamatkan anjing yang tersisa sebelum Canidrome ditutup. Mereka takut anjing-anjing itu akan dibunuh atau dikirim ke jalur bawah tanah di daratan Tiongkok, tempat balap greyhound ilegal.
 
Kelompok-kelompok tersebut mengumpulkan 50.000 tanda tangan demi mengajukan petisi kepada pemerintah Macau. Meminta untuk membantu mengamankan anjing dan menempatkan mereka dalam perawatan Anima.
 
"Canidrome Macau diketahui secara menyedihkan di seluruh dunia sebagai neraka kematian, di mana tidak ada anjing greyhound yang keluar hidup-hidup," petisi tersebut berbunyi. 
"Bahkan sekarang, ketika Canidrome akan ditutup pada tahun 2018, anjing-anjing tersebut masih terus hidup dalam kondisi menyedihkan dan mati tanpa harapan," cetusnya seperti dikutip Guardian, Selasa 16 Januari 2018.
 
Greyhounds Australasia terlarang diekspor ke Macau pada 2013 karena tingkat kematian yang tinggi dan kondisi yang buruk. Tapi larangan tersebut tidak menghentikan oknum mendapatkan persetujuan dari departemen pertanian federal buat mengekspor hewan ke luar negeri.
 
Akhir tahun lalu, tiga orang Australia ditemukan mengirim 96 anjing ke balap Canidrome dengan persetujuan departemen federal, meskipun ada larangan.
 
Mayoritas bulldog itu dibeli di New South Wales seharga USD500 dan dijual seharga antara USD2.100 dan USD2.700. Trio tersebut memperkirakan bahwa mereka menghasilkan keuntungan sebesar USD300 untuk seekor anjing, setelah biaya karantina, vaksinasi, penerbangan, dan kandang.
 
Sebuah studi oleh kelompok perlindungan hewan yang berbasis di AS Grey2K memperkirakan bahwa 383 anjing sudah ditemukan di Macau pada 2010.



(FJR)