Usir Perempuan dari Ring, Petinggi Sumo Jepang Menyesal

Arpan Rahman    •    Jumat, 06 Apr 2018 09:44 WIB
peristiwa unik
Usir Perempuan dari Ring, Petinggi Sumo Jepang Menyesal
Sumo, merupakan olahraga tradisional Jepang yang masih terjaga hingga saat ini (Foto: AFP).

Maizuru: Kepala asosiasi Sumo Jepang telah meminta maaf kepada beberapa perempuan, setelah mereka berupaya melakukan prosedur emergensi CPR (Cardiopulmonary resuscitation) dalam keadaan darurat, Rabu 4 April. Perempuan itu berulang kali diminta agar keluar ring Sumo.
 
Setidaknya dua wanita bergegas ke ring di Maizuru, barat laut Kyoto. Keduanya naik ring setelah seorang wali kota tumbang saat memberi pidato.
 
"Namun ketika para wanita berupaya membantu wali kota, pengumuman diperdengarkan melalui pengeras suara, yang meminta mereka meninggalkan ring itu," kata pejabat kota Noriko Miwa kepada AFP, Jumat 6 April 2018.
 
Ring di mana Sumo dipergulatkan, yang dikenal sebagai Sumo Dohyo dianggap sebagai tempat sakral dalam kepercayaan Shinto asli. Perempuan, yang dianggap 'secara ritual tidak bersih', dilarang melangkah ke dalamnya.
 
Menurut saksi yang dikutip oleh media lokal, pejabat Sumo melemparkan garam dalam jumlah besar ke dalam ring menyusul para wanita masuk. Upaya ini jelas untuk 'memurnikan kembali' tempat yang dianggap suci.
 
Dalam sebuah pernyataan, Ketua Asosiasi Sumo, bernama Hakkaku, menggambarkan pengumuman itu sebagai "tidak pantas" dalam situasi tersebut.
 
"Pengumuman itu dibuat oleh seorang wasit yang marah, tetapi itu adalah tindakan yang tidak pantas dalam situasi yang mengancam hidup seseorang. Kami mohon maaf," kata Hakkaku.
 
"Kami berdoa dari lubuk hati kami untuk keselamatan wali kota, dan mengungkapkan rasa terima kasih kami yang mendalam terhadap wanita yang menawarkan tindakan darurat di tempat," tambah ketua Sumo itu.
 
Miwa mengatakan, wali kota telah dirawat di rumah sakit dan sekarang dalam kondisi stabil.
 
Sumo ditelusuri asal-usulnya 2.000 tahun silam. Ketika itu merupakan bagian integral dari keyakinan Shintoisme.
 
Ritual menjadi komponen kunci dari olahraga ini, dan pegulat Sumo diharapkan mematuhi kode moral yang kaku.


(FJR)