Korea Utara Kirim Pemandu Sorak di Olimpiade Musim Dingin

Arpan Rahman    •    Rabu, 17 Jan 2018 19:29 WIB
korea utara
Korea Utara Kirim Pemandu Sorak di Olimpiade Musim Dingin
Korea Utara akan kirim pemandu sorak di Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan (Foto: AFP).

Pyongyang: Korea Utara (Korut) akan mengirim kontingen besar pemandu sorak ke Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Korea Selatan (Korsel).
 
Kedua belah negara siap mempresentasikan rencana mereka untuk 'pertandingan perdamaian' kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC), pada akhir pekan.
 
 
Kementerian unifikasi Korsel mengatakan, pada Rabu 17 Januari 2018, bahwa Korut menawarkan untuk mengirim 230 anggota regu pemandu sorak perempuannya. Itu disebut dalam pertemuan ketiga mereka di desa perbatasan, Panmunjom, dalam 10 hari.
 
Pejabat dari kedua negara juga membahas kemungkinan membentuk tim hoki es wanita gabungan. Juga meminta atlet dari kedua negara berbaris bersama dalam upacara pembukaan di Olimpiade Pyeongchang, yang dibuka pada 9 Februari.
 
Kementerian unifikasi menyebutkan, kedua negara juga sudah bertukar pendapat soal jumlah tim Korut, acara budaya bersama, dan kemungkinan pemakaian resor ski Masikryong di Korut.
 
Pyongyang dan Seoul harus mengetahui bagaimana delegasi Korut, yang bisa saja terdiri dari 500 atlet, pemandu sorak, pemusik, pejabat dan wartawan, akan melintasi perbatasan ke Korsel. Di samping itu siapa yang akan membayar akomodasi dan biaya lainnya.
 
Laporan memaparkan bahwa delegasi tersebut dijadwalkan berjalan melintasi zona demiliterisasi, perbatasan bersenjata yang memisahkan dua Korea. Hal ini tentu menjadi langkah yang sangat simbolis.
 
Pengurusan bagi atlet Korut untuk bermain di Pyeongchang telah dibuat dengan kecepatan tinggi sejak awal tahun ini. Ketika itu pemimpin Korut, Kim Jong-un, menawarkan diri mengirim delegasi ke Olimpiade.
 
"Hubungan antar-Korea mengalami ketegangan selama hampir 10 tahun, dalam hal ini kami berharap sebuah era hubungan yang lebih baik dapat dimulai," Jon Jong-su, kepala delegasi Korut, dikutip oleh kantor berita Yonhap, seperti dilansir Guardian, Rabu 17 Januari 2018.
 
Pejabat dari kedua negara akan mempresentasikan rencananya ke IOC di Lausanne, Swiss, Sabtu mendatang.
 
Korsel berada di bawah tekanan untuk tidak menyetujui usulan yang dapat melanggar sanksi terhadap Korut. Terutama jika delegasi tersebut mencakup pejabat pemerintah senior, yang masuk daftar hitam menurut ukuran dewan keamanan PBB. Pelarangan tersebut disepakati demi menanggapi rudal balistik Pyongyang dan uji coba nuklirnya.



(FJR)