Data e-KTP India Diduga Dijual ke Publik Seharga Rp104 Ribu

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 05 Jan 2018 21:17 WIB
indiaperistiwa unik
Data e-KTP India Diduga Dijual ke Publik Seharga Rp104 Ribu
Data pribadi warga India diketahui dijual secara online (Foto: AFP).

Aadhaar: Pejabat India bertanggung jawab atas skema identitas biometrik yang bocor ke publik. Data pribadi warga India diketahui dijual dengan harga 500 rupee setara Rp104 ribu secara online.
 
Otoritas Identifikasi Unik India (UIDAI) menginginkan adaanya penyelidikan terhadap akses tak sah ke database tersebut. Namun, menutur mereka data biometrik itu aman.
 
Kabar bocornya data e-KTP India berawal dari terbitnya laporan investigasi dilakukan surat kabar setempat, The Tribune. Di dalam artikel itu ditulis reporter mereka bisa membeli kata kunci buat memasuki pusat data Aadhaar. 
 
Setelah masuk, mereka bisa mengakses seluruh data mulai dari nama, nomor telepon, hingga alamat rumah seluruh penduduk India. Jurnalis tersebut mengaku membeli akses lewat seseorang dalam grup lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
 
Data diambil sama saja seperti di Indonesia, yakni dengan sidik jari dan pindai selaput pelangi mata.
 
"Data kependudukan tetap tidak bisa diakses tanpa sidik jari dan pindai iris," demikian penjelasan disampaikan UIDAI, seperti dikutip BBC, Jumat 5 Januari 2018.
 
Jika benar terjadi, pembobolan data itu bisa menjadi masalah keamanan data terbesar dalam sejarah. Apalagi, parlemen India mengkritik keputusan pemerintah yang hendak menyerahkan pengelolaan Aadhaar kepada pihak swasta. 
 
Mereka khawatir dengan cara itu data akan mudah sekali dibocorkan dan disalahgunakan. Sebagian kalangan juga merasa privasi mereka terganggu karena seluruh data pribadi, mulai dari rumah hingga rekening tabungan, tercantum dalam e-KTP.
 
Walau demikian, Perdana Menteri Narendra Modi berkeras melanjutkan penyatuan seluruh data pribadi ke dalam e-KTP. Namun, niatnya terhalang oleh Mahkamah Agung India memerintahkan supaya harus dilakukan dengar pendapat dari berbagai kalangan.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

16 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA