Panda Raksasa Lahirkan Anak Pertama di Kebun Binatang Tokyo

Arpan Rahman    •    Senin, 12 Jun 2017 15:04 WIB
satwa
Panda Raksasa Lahirkan Anak Pertama di Kebun Binatang Tokyo
Panda bernama Shin Shin menggendong bayi kecilnya di bagian mulut di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, Jepang, 12 Juni 2017. (Foto: AFP/TOKYO ZOOLOGICAL PARK SOCIETY)

Metrotvnews.com, Tokyo: Seekor induk panda bernama Shin Shin yang berusia sebelas tahun melahirkan tepat sebelum tengah hari. Kabar persalinan disampaikan petugas di Kebun Binatang Ueno di Tokyo, Jepang.

Bayi panda yang baru lahir memiliki warna kulit merah muda, tidak berambut, dan berbobot sekitar 100 gram. Tubuhnya yang sangat kecil menyulitkan identifikasi jenis kelamin.

"Ada kasus di mana jenis kelamin seekor panda salah ditentukan setelah beberapa tahun berlalu usai kelahirannya," kata juru bicara Kebun Binatang Ueno, seperti dikutip South China Morning Post dari AFP, Senin 12 Juni 2017.

Shin Shin, yang kawin dengan panda jantan bernama Ri Ri pada Februari, telah melahirkan pada 2012 -- pertama kalinya di Kebun Binatang Ueno dalam 24 tahun. Namun bayinya mati karena pneumonia enam hari kemudian.

Sang induk kelihatan sangat senang dengan kerumunan besar simpatisan pengunjung di Tokyo bulan lalu. Saat itu, dia duduk bermalas-malasan sembari mengunyah bambu.


Staf Kebun Binatang Ueno menjelaskan kelahiran bayi Shin Shin. (Foto: AFP)

Panda raksasa adalah binatang pemalu dan pecinta yang canggung. Menurut para pakar hewan, panda jantan sering salah mengira saat betinanya ingin kawin.

Kabar gembira dari Shin Shin telah berdampak pada sektor ekonomi pada bisnis lokal: saham sebuah restoran masakan China di Jepang melonjak 38 persen.

Restoran berantai Totenko sudah melaporkan lonjakan bulan lalu atas kabar kemungkinan adanya kelahiran bayi panda. Gerai utamanya berada di dekat kebun binatang Ueno, sehingga seekor bayi panda diharapkan bisa mendongkrak jumlah pengunjung.

Dianggap sebagai spesies yang terancam punah, diperkirakan kurang dari 2.000 panda raksasa masih hidup di alam liar. Mereka hidup di tiga provinsi di China selatan dan tengah.



(WIL)

Lebih Berbahaya Bepergian ke Eropa Daripada ke Suriah

Lebih Berbahaya Bepergian ke Eropa Daripada ke Suriah

40 minutes Ago

Serangan teror yang semakin meningkat di Benua Eropa beberapa tahun terakhir menjadi kekhawatiran…

BERITA LAINNYA