Kisruh Kasus Hak Cipta Swafoto Monyet Berujung Damai

Arpan Rahman    •    Selasa, 12 Sep 2017 21:12 WIB
peristiwa unik
Kisruh Kasus Hak Cipta Swafoto Monyet Berujung Damai
Monyet yang melakukan swafoto di Indonesia (Foto: Caters News Agency/Guardian).

Metrotvnews.com, San Francisco: Sebuah penyelesaian telah dicapai dalam tuntutan hukum tentang siapa pemilik hak cipta dari beberapa foto yang diambil oleh seekor monyet. Monyet itu swafoto di Indonesia.
 
Berdasarkan kesepakatan, fotografer yang kameranya telah dipakai sudah setuju untuk menyumbangkan 25 persen dari pendapatan yang diperoleh dari gambar tersebut ke badan amal yang didedikasikan demi melindungi kera Macaca maura di Indonesia, kata pengacara kelompok hak asasi manusia.
 
Pengacaranya dan fotografer Inggris, David Slater, meminta pengadilan di Sirkuit ke-9 San Francisco yang berkepentingan untuk menolak kasus tersebut dan mencabut putusan pengadilan tingkat rendah yang mengatakan bahwa hewan tidak dapat memiliki hak cipta.
 
Andrew J Dhuey, pengacara untuk Slater, menolak berkomentar mengenai berapa banyak uang yang dihasilkan oleh foto tersebut atau apakah Slater akan menyimpan 75 persen pendapatan nantinya yang tersisa. Tidak ada putusan langsung dari sirkuit ke-9. Kedua pihak sepakat berdamai. 
 
Masyarakat Peduli Perlakuan Etis pada Hewan (PETA) menggugat atas nama kera pada 2015, memburu kontrol finansial atas foto-foto tersebut demi kepentingan monyet bernama Naruto yang menjepret foto-fotonya sendiri dengan kamera milik Slater.
 
"PETA dan David Slater sepakat bahwa kasus ini mengangkat isu penting dan mutakhir guna memperluas hak hukum bagi hewan non-manusia, tujuan yang sama-sama mereka dukung, dan mereka akan melanjutkan pekerjaan masing-masing demi mencapai tujuan ini," kata Slater and PETA dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip Guardian, Selasa 12 September 2017.
 
Pengacara Slater berpendapat bahwa perusahaannya, Wildlife Personalities Ltd, memiliki hak komersial di seluruh dunia atas foto-foto tersebut, termasuk senyum monyet menunjukkan giginya yang sekarang jadi swafoto terkenal di dunia.
 
Foto-foto itu diambil saat perjalanan pada 2011 ke Sulawesi, Indonesia, dengan kamera tanpa pelindung yang dimiliki oleh Slater.
 
Seorang hakim menyebut dalam sebuah putusan, yang mendukung Slater, tahun lalu, bahwa "walaupun Kongres dan Presiden Amerika Serikat dapat memperluas perlindungan hukum terhadap hewan dan juga manusia, tidak ada indikasi bahwa mereka melakukan itu dalam urusan Undang-Undang Hak Cipta".



(FJR)