Hawaii Larang Rokok Dijual untuk Usia Dibawah 100 Tahun

Fajar Nugraha    •    Selasa, 05 Feb 2019 18:10 WIB
rokokdunia unik
Hawaii Larang Rokok Dijual untuk Usia Dibawah 100 Tahun
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Hawaii: Masyarakat yang ingin merokok di negara bagian Hawaii, Amerika Serikat, mungkin harus menunggu waktu yang sangat lama untuk bisa secara resmi merokok. Seorang anggota senat daerah Hawaii mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang berisi larangan menjual rokok untuk konsumen berusia di bawah 100 tahun.

RUU itu diusulkan oleh Richard Creagan, wakil rakyat dari Partai Demokrat dan sejatinya adalah pelarangan merokok total. Bila disahkan, aturan ini akan berlaku pada 2024.

Hawaii termasuk dalam sedikit negara bagian yang menerapkan aturan ketat penjualan rokok. Tapi Creagan, seorang dokter unit gawat darurat, percaya masih banyak yang harus dilakukan untuk melarang ‘artefak paling mematikan dalam sejarah manusia’.

“Pada dasarnya, kita punya sebuah kelompok yang kecanduan berat. Dalam pandangan saya, mereka diperbudak oleh industri yang sangat buruk. Industri yang memperbudak mereka dengan merancang rokok yang sangat membuat ketagihan, meski tahu hal itu sangat mematikan. Dan memang demikian,” kata Creagan kepada Hawaii Tribune-Herald, yang dikutip VOA Indonesia, Selasa, 5 Februari 2019.

Menurut undang-undang yang berlaku saat ini, konsumen harus berusia 21 tahun bila ingin membeli rokok di Hawaii. Secara nasional, usia minimum adalah 18 atau 19 tahun.

Dalam RUU, Creagan mengusulkan menaikkan secara bertahap usia minimum pembelian rokok menjadi 30 tahun pada 2020, 40 pada 2021, 50 pada 2022 dan 60 pada 2023. Pada 2024, usia minimum untuk membeli rokok adalah 100 tahun.

Dia mengatakan RUU itu akan dibuat untuk menahan gugatan hukum apa saja. “Negara wajib melindungi kesehatan masyarakat,” kata Creagan, yang mengakui merokok saat kuliah kedokteran.

“Kita tidak mengizinkan masyarakat mengakses secara bebas opioid, misalnya, atau obat resep apa pun,” ujarnya menambahkan.

Opioid selama ini dikenal sebagai obat pereda nyeri yang bisa menimbulkan kecanduan. “Ini lebih mematikan, lebih berbahaya dari obat resep apa pun dan lebih membuat ketagihan,” tuturnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, merokok adalah penyebab nomor satu penyakit dan kematian yang dapat dicegah di AS dan menyumbang hampir 500 ribu kematian setiap tahun.


(FJR)