Latihan Militer, Pasukan AS Nyaris Habiskan Pasokan Bir

Arpan Rahman    •    Selasa, 30 Oct 2018 09:32 WIB
peristiwa unik
Latihan Militer, Pasukan AS Nyaris Habiskan Pasokan Bir
Ilustrasi foto oleh Stripes.

Reykjavik: Lebih dari 6.000 tentara Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Islandia hampir menghabiskan suplai bir ibu kota negara itu.
 
Personel militer menuju Swedia dan Finlandia untuk latihan militer terbesar NATO sejak Perang Dingin, bertajuk Trident Juncture 18. Pasukan AS rehat di Reykjavik selama akhir pekan dan meminum semua bir di berbagai bar dan restoran di seluruh kota, menurut situs berita Islandia, Visir.
 
Pabrik lokal dilaporkan terpaksa mengirim beberapa barel darurat ke bar yang habis persediaan bir mereka sementara dikunjungi tentara Amerika.
 
Beberapa pemilik bar dan restoran mengatakan kepada media berita lokal pada Minggu pasukan AS sangat tertarik untuk minum bir lokal dibandingkan bir impor. Gull, diciptakan oleh pabrik bir Islandia, Olgero Egils Skallagrimssonar dan sangat populer diminum anggota militer. Pabrik pembuatan bir itu salah satu dari banyak lainnya yang harus mengirim pasokan bir darurat ke bar di Reykjavik.
 
Hampir 300.000 tentara -- setidaknya 50.000 adalah personel AS -- dari seluruh 29 anggota NATO, termasuk mitra aliansi Swedia dan Finlandia, diharapkan berpartisipasi dalam latihan, yang termasuk sekitar 65 kapal angkatan laut, 10.000 kendaraan, dan 250 pesawat.
 
Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg mengatakan latihan 'ambisius dan mendesak' dimaksudkan untuk mengirim 'pesan yang jelas' kepada penduduk di negara-negara NATO serta negara-negara yang menentang sekutu.
 
"NATO tidak mencari konfrontasi, tetapi kami siap membela semua sekutu terhadap ancaman apa pun," kata Stoltenberg kepada Radio Free Eropa pada Senin 29 Oktober 2018.
 
Latihan ini dilakukan menyusul niat Presiden Donald Trump menarik diri dari Traktat Perjanjian Nuklir Tingkat Menengah (INF), yang semula ditandatangani oleh Presiden Ronald Regan dan Sekretaris Jenderal Mikhail
Gorbachev dari bekas Uni Soviet pada 1987. Trump baru baru ini mengatakan Rusia "melanggar persetujuan."
 
"Mereka telah melanggarnya selama bertahun-tahun," kata Trump dalam kampanye di Nevada," seperti dinukil dari Newsweek, Selasa 30 Oktober 2018.
 
"Dan kami tidak akan membiarkan mereka melanggar perjanjian nuklir dan pergi keluar dan mengokang senjata sementara kami tidak diizinkan," pungkas dia.


(FJR)