Fosil 'Hobbit' Indonesia Berevolusi dari Leluhur Afrika

Arpan Rahman    •    Sabtu, 22 Apr 2017 19:08 WIB
peristiwa unik
Fosil 'Hobbit' Indonesia Berevolusi dari Leluhur Afrika
Periset Australia rekonstruksi tengkorak hobbit Indonesia (Foto: ANU).

Metrotvnews.com, Canberra: Analisis baru tentang fosil manusia Flores -- spesimen Homo floresiensis yang paling utuh -- menunjukkan bahwa "hobbit" Indonesia berevolusi dari seorang kerabat Afrika, bukan dari Homo erectus.
 
Homo erectus adalah satu-satunya spesies hominid lain yang ditemukan di beberapa kepulauan Indonesia. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan Homo floresiensis dan Homo erectus terbilang dalam garis keturunan yang terpisah.
 
"Analisis menunjukkan bahwa pada satu silsilah keluarga, Homo floresiensis kemungkinan adalah spesies saudara Homo habilis. Artinya, kedua fosil ini memiliki nenek moyang yang sama," kata Debbie Argue, arkeolog di Australian National University, dalam sebuah rilis berita. 
 
"Mungkin saja Homo floresiensis berkembang di Afrika dan bermigrasi, atau nenek moyang yang sama pindah dari Afrika kemudian berkembang menjadi Homo floresiensis di suatu tempat," bubuhnya, seperti dinukil dari UPI, Sabtu 22 April 2017.
 
Para ilmuwan memperkirakan hobbit Indonesia tiba di Pulau Flores sekitar 100.000 tahun lalu, berlayar dengan rakit, dan bertahan hanya sampai 54.000 tahun silam.
 
Penelitian sebelumnya tentang tulang-belulang hobbit sudah terfokus secara eksklusif pada fosil tengkorak dan rahang, sedangkan analisis terbaru mengandalkan keseluruhan catatan fosil Homo floresiensis, yang terdiri beberapa ratus tulang dari setidaknya sembilan spesimen.
 
Tim periset membandingkan tengkorak, rahang, gigi, lengan, kaki, dan bahu hobbit dengan Homo erectus. Mereka menerbitkan hasil studi mereka dalam Journal of Human Evolution.
 
"Kami menemukan bahwa jika Anda mencoba dan menghubungkannya ke silsilah keluarga, Anda mendapatkan hasil yang sangat tidak mendukung," kata Argue. 
 
"Semua tes mengatakan tidak sesuai -- itu bukan teori yang layak," imbuh Argue.
 
Analisis statistik lebih lanjut menunjukkan bahwa spesies hobbit menyimpang dari garis keturunan Homo habilis sekitar 1,75 juta tahun yang lalu. Namun diperlukan lebih banyak penelitian buat mengkonfirmasi hubungan antara kedua spesies tersebut.



(FJR)