Arkeolog Ungkap Misteri Konstruksi Piramida Agung Giza

Arpan Rahman    •    Selasa, 26 Sep 2017 12:59 WIB
situs bersejarah
Arkeolog Ungkap Misteri Konstruksi Piramida Agung Giza
Para pemilik unta menanti turis di luar sebuah piramida besar di Dataran Tinggi Giza, Kairo, Mesir, 29 Maret 2017 . (Foto: AFP/MOHAMED EL-SHAHED)

Metrotvnews.com, Kairo: Saat sejumlah pecinta teori konspirasi meyakini alien terlibat dalam pembangunan Piramida Agung Giza, para ilmuwan dan arkeolog sama sekali tidak memercayainya.

Selama berabad-abad, Piramida Agung Giza merupakan salah satu misteri terbesar di dunia. Namun serangkaian bukti terbaru menunjukkan bagaimana orang Mesir dapat memindahkan 2,5 ton bebatuan besar sejauh 804 kilometer untuk membangun makam Firaun Khufu pada 2.600 tahun Sebelum Masehi.

Piramida Agung Giza diperintahkan dibangun oleh sejumlah firaun terdahulu. Mereka merekrut arsitek dan insinyur terkemuka untuk mengawasi jalannya konstruksi.

Namun, pekerjaan konstruksi yang sangat melelahkan itu akhirnya diserahkan kepada ribuan budak yang bekerja demi sesuap nasi.

Sebuah gulungan papirus kuno yang ditemukan di pelabuhan Wadi Al-Jarf telah memberikan wawasan baru kepada para ilmuwan mengenai konstruksi Piramida Agung Giza.

Memiliki tinggi hingga 146 meter, Piramida Agung Giza adalah struktur buatan manusia terbesar di Bumi sampai Abad Pertengahan.

Dengan ditemukannya papirus kuno, sebuah perahu untuk ritual khusus, dan sistem pengairan yang cerdik, telah sedikit menguak mengenai jalannya pembangunan Piramida Agung Giza. 

Para ilmuwan yakini ribuan pekerja terampil mengangkut 170.000 ton batu kapur sepanjang Sungai Nil dengan sejumlah perahu kayu yang diikat tali.


Ilustrasi sekelompok budak dalam pembangunan piramida. (Foto: Express)

Kanal Air

Ditulis oleh Merer, tulisan ini adalah satu-satunya yang menjelaskan mengenai pembangunan Piramida Agung Giza, dan memaparkan secara detail bagaimana batu kapur dikirim ke hilir dari Tura ke Giza.

Dalam buku hariannya, Merer juga menjelaskan bagaimana krunya terlibat dalam transformasi bentang alam, membuka bendungan raksasa untuk mengalihkan air dari Sungai Nil dan menyalurkannya ke piramida melalui kanal buatan manusia.

Sementara itu, Arkeolog Mark Lehner telah menemukan bukti adanya jalur air yang hilang di bawah dataran tinggi Giza.

"Kami menggambarkan akses kanal pusat yang menurut kami merupakan area pengiriman utama ke Dataran Tinggi Giza," ucap Lehner, seperti disitir The Express, belum lama ini.

Penemuan baru terungkap dalam sebuah film dokumenter, Egypt’s Great Pyramid: The New Evidence. Pembuatan film juga melibatkan tim arkeolog lain yang telah menemukan sebuah perahu untuk ritual. Perahu itu dirancang agar Khufu tetap dapat memberi perintah setelah meninggall dunia.

Sebuah tim spesialis memperbaiki papan-papan kayu perahu itu, sebelum memindainya dengan laser 3D untuk mengetahui bagaimana material itu dikumpulkan. Mereka menemukan bukti bahwa papan kayu dijalin bersama dengan tali-temali.

Hingga saat ini terdapat sekitar 138 piramida Mesir yang masih kokoh bertahan. Piramida Agung Giza, berada dekat Kairo, adalah yang paling terkenal.


Diperkirakan ada 138 piramida di Mesir. (Foto: Express)


(WIL)