Sinar Matahari 'Absen' Dua Bulan di Kota Alaska

Willy Haryono    •    Rabu, 21 Nov 2018 19:33 WIB
peristiwa unik
Sinar Matahari 'Absen' Dua Bulan di Kota Alaska
Kota Utqiagvik di Alaska. (Foto: CNN)

Utqiagvik: Jika Anda pencinta suasana malam hari, mungkin ada baiknya mempertimbangkan berlibur di Alaska utama sepanjang musim dingin. Ini dikarenakan sinar matahari tidak akan lagi bersinar selama lebih dari dua bulan di kota bernama Utqiagvik.

Utqiagvik, sebuah kota di Alaska, Amerika Serikat, terakhir kalinya disinari matahari pada Minggu 18 Oktober. Sejak saat itu, warga Utqiagvik yang berjumlah sekitar 4.000 memulai periode kegelapan, dikenal juga dengan fenomena polar night.

Menurut pakar meteorologi CNN Judson Jones, Selasa 20 November 2018, polar night adalah istilah bagi wilayah tertentu di Bumi yang tidak disinari matahari selama lebih dari 24 jam.

"Fenomena ini terjadi setiap tahun," kata Jones. "Jika Anda tinggal di atas Lingkar Arktika, akan ada hari di mana matahari tenggelam sepanjang musim dingin. Nantinya sinar mentari kembali, dan selama musim panas, matahari tidak akan tenggelam selama berhari-hari," lanjut dia.

Meski bukan satu-satunya yang mengalami fenomena unik, ini kali pertama Utqiagvik, disebut Barrow di masa lalu, masuk daftar destinasi polar night. 

Selama satu hingga dua bulan, warga Kaktovik, Point Hope dan Anaktuvuk Pass juga akan kehilangan sinar matahari. Matahari diprediksi tenggelam terakhir kalinya di tiga kota tersebut pada akhir November atau awal Desember,

Matahari terakhir tenggelam di Utqiagvik pada Minggu, sekitar pukul 13.43 waktu setempat. Sinar mentari baru akan menyinari kembali kota tersebut pada 23 Januari 2019.


(WIL)